
JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes kembali melaporkan hasil laboratorium yang menunjukkan 41 kasus baru positif flu A-H1N1 yang terdiri dari 31 pria dan 10 perempuan. Sehingga total kasus menjadi 812.
"Kasus baru tersebut terdiri dari 36 WNI dan 5 WNA," ucap Kepala Badan Litbangkes Depkes Prof dr Agus Purwandianto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (11/8).
Tambahan kasus baru tersebut, paparnya, berasal dari 9 provinsi yaitu DKI Jakarta (19 orang), Jawa Timur (1 orang), Jawa Barat (4 orang), Bali (12 orang), Banten (1 orang), NAD (1 orang), Sulawesi Tengah (1 orang), Sulawesi Selatan (1 orang), dan DIY (1 orang).
"Lima WNA tersebut berasal dari negara Cekoslovakia, Korea, New Zealand, Filipina, dan Polandia," kata Prof Agus.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof Dr Tjandra Yoga Aditama menambahkan, hingga saat ini sudah 23 provinsi ditemukan kasus positif A-H1N1 dengan jumlah 812 orang yang terdiri dari 456 pria dan 356 perempuan. "Tiga di antaranya meninggal dunia," ujarnya.
Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Juni 2009, lanjut Prof Tjandra, di seluruh dunia tercatat 162.380 kasus positif A-H1N1 di 168 negara serta 1.154 di antaranya meninggal dunia.
"Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita sehingga penyebarannya sangat cepat namun bisa dicegah," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Depkes tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, lalu bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Selain itu, jika ada gejala influenza minum obat penurun panas serta gunakan masker dan tidak ke kantor, sekolah, atau tempat keramaian.
"Istirahat di rumah selama 5 hari. Jika dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter," ujar Prof Tjandra.