JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun kali ini kalah "tenar" dengan flu A-H1N1, ancaman dari flu burung tidak boleh kita lupakan. Dengan jumlah korban meninggal mencapai 119 orang--jauh melebihi jumlah kematian dari kasus flu A-H1N1-- flu burung bisa menjadi ancaman yang besar jika tidak ditangani dengan seksama.
Demikian diungkapkan Memed Zoelkarnain dari Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) dalam acara Kesiapsiagaan Hadapi Pandemi Flu Burung di Gedung Muhammadiyah, Jakarta (11/8).
"Bisa dibilang, untuk jumlah kasus, flu A-H1N1 memang mendominasi dengan jumlah mencapai 771 kasus, namun korban jiwa relatif sangat kecil yaitu tiga orang. Bandingkan dengan flu burung, dengan 145 kasus yang dilaporkan, 119 diantaranya meninggal," jelas Memed. Untuk itu diperlukan peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat agar tetap wasapada dan tidak menganggap remeh penyakit flu burung.
Dalam acara ini juga diberikan donasi dari PT Monsanto melalui anak perusahaannya, PT Monagro Kimia kepada Muhammadiyah berupa uang sebesar 50.000 dollar AS. Dana ini akan digunakan untuk sosialisasi penyakit flu burung, pengkaderan relawan, penyemprotan disinfektan, dan acara komunitas dimana sosialisasi flu burung dilakukan.
"Kita tahu bahwa flu babi saat ini tengah menjadi sorotan media dan masyarakat, namun kita tetap tidak boleh lengah dan melupakan ancaman flu burung," jelas Rhea Sianipar, Public Affair dari Monagro Kimia.