Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Amerika Utara Bahas Peredaran Narkoba dan Flu Babi
Kamis, 6 Agustus 2009 | 17:20 WIB
Tersangka pengedar obat bius Alfredo Beltran Leyva (kiri) dan Javier Urquiza Inzunza (urutan ke-2 dari kanan) dikawal oleh tentara Angkatan Darat Meksiko di Mexico City, 21 Januari 2008 setelah berhasil diringkus di Culiacan, barat laut negara bagian Sinaloa

MEXICO CITY, KOMPAS.com — Peredaran narkoba, flu babi, dan perubahan iklim menjadi agenda pembicaraan para pemimpin negara-negara Amerika Utara di Meksiko akhir pekan ini. Pembicaraan itu berlangsung di bawah bayang-bayang terpuruknya kondisi perekonomian.

Presiden Felipe Calderon, yang berhasil mengalahkan kelompok kejahatan terorganisasi di Meksiko dengan pasukan militernya yang kontroversial, akan menjamu Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper di bagian barat kota Guadalajara dalam pertemuan dua hari yang akan dimulai Minggu.

Menurut laporan pemerintah dan media, Kamis (6/8), dengan tingkat kematian akibat kekerasan kartel narkoba yang mencapai 10.000 orang mulai tahun 2008, Calderon berada di bawah tekanan untuk menunjukkan keberhasilannya dalam melawan kartel narkoba yang menyebarkan pengaruh hingga Kanada dan bahkan Afrika.

Pada masa pemerintahan Obama, AS untuk pertama kalinya mengakui saling berbagi tanggung jawab dalam masalah kartel narkoba Meksiko dan menyampaikan evaluasi untuk meningkatkan keamanan di daerah perbatasan dan menghadang penyelundupan senjata, dengan bantuan keamanan 400 juta dollar AS di bawah Merida Initiative. "Kami benar-benar ingin membantu sebanyak mungkin," kata Obama pada saluran TV berbahasa Spanyol, Univision, minggu ini.

Perhatian utama lain dalam pertemuan itu adalah bagaimana membatasi emisi rumah kaca, ancaman flu babi, dan penataan imigrasi. Para pemimpin tersebut juga membahas prospek pemulihan perekonomian yang telah dijalin dengan Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) selama 15 tahun. Kanada dan Meksiko menginginkan jaminan AS tidak menerapkan kebijakan proteksionisme.

Kanada juga mengalami tekanan dari Meksiko terkait masalah perselisihan visa. Hubungan Meksiko-Kanada menjadi dingin bulan lalu ketika Kanada mengumumkan bahwa pelancong dari Meksiko, sebagaimana juga dari Republik Ceska, harus mendapatkan visa sebelum memasuki wilayah negara tersebut, guna menghadang pemohon suaka yang curang.

"Ada beberapa laporan bahwa kelihatannya persyaratan baru dari pemerintah Kanada ini karena kartel narkoba sedang menuju Kanada, khususnya bagian barat Kanada dan mereka memiliki beberapa masalah kekerasan," kata analis politik Meksiko, Hazel Blackmore, kepada AFP.

Seperti AS, ekonomi Meksiko juga sangat terpuruk akibat resesi karena industrinya terikat dengan perekonomian AS yang terkena krisis paling buruk, yaitu mobil dan konstruksi. Sementara itu, para pekerja Meksiko di utara perbatasan semakin sedikit mengirimkan uang penghasilan mereka kepada keluarganya di Meksiko.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan AS mengharapkan sebuah resolusi untuk perselisihan bidang perdagangan dengan Meksiko setelah AS membatalkan satu program yang memberikan wewenang terhadap beberapa truk Meksiko beroperasi di AS karena dianggap melanggar NAFTA.

Ant
Sumber :
Penulis: EGP   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!