BANDUNG, KOMPAS.com - Sekolah-sekolah dasar di Bandung bersiaga mengantisipasi kemungkinan penyebaran flu babi ke siswa-siswa di sekolah. Kehati-hatian diperlukan untuk mencegah mewabahnya penyakit ini.
Sekolah-sekolah telah diinstruksikan Dinas Pendidikan, baik Kota Bandung maupun Provinsi Jawa Barat, untuk sigap dalam mengantisipasi penyebaran virus A-1HN1. "Siswa yang mengalami gejala flu, batuk-batuk dan demam, disarankan tidak masuk sekolah dulu," ujar Sri Widiastuti, Kepala SDN Merdeka V-IV membacakan instruksi yang diterimanya melalui pesan layanan singkat dari Disdik Kota Bandung.
Guru-guru, ucapnya, juga sudah diberi tahu mengenai langkah penanganan terhadap siswa seandainya terjangkit flu babi. Namun, antisipasi ini masih bersifat normal. Belum ada tindakan khusus, misalnya instruksi pemakaian masker pelindung.
"Sekolah memang sempat khawatir akan kemungkinan ini. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, tidak sedikit siswa tidak masuk karena sakit. Untungnya, ini rata-rata karena penyesuaian perubahan cuaca. Sakit flu biasa," tuturnya.
Di SDN Percontohan Sabang, sempat terjadi separuh dari total siswa di satu kelas tidak masuk karena sakit. Agak kh awatir juga kami siswa kok bisa berbarengan sakitnya di hari Kamis (30/8) kemarin. Tapi untungnya, besok-nya sudah pasa masuk, tutur Solehuddin, Kepala SDNP Sabang.