Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pandemi Flu Digugat
Senin, 3 Agustus 2009 | 07:34 WIB
AFP/PATRICK VALASSERIS
Kapal pesiar mewah Voyager of the Sea tiba di Marseille, Perancis selatan, Sabtu (1/8). Para penumpang dilarang turun dari kapal karena 60 awak kapal terserang virus influenza A- H1N1.

PARIS, KOMPAS.comInggris dan Perancis, dua negara bertetangga, mempunyai jumlah penduduk hampir sama. Inggris berpenduduk 60,71 juta dan Perancis 62,94 juta. Tingkat kesejahteraan serta fasilitas kesehatan kedua negara sama-sama maju dan modern. Namun, penyebaran flu timpang.

Hal ini menimbulkan pertanyaan soal kesahihan pandemi influenza A-H1N1. Melihat fakta seperti ini seharusnya kedua negara sama-sama berstatus pandemi jika virus influenza A-H1N1 menjadi semakin ganas.

Logikanya, kedua tetangga ini akan mengalami masalah yang persis sama terkait A-H1N1 karena kondisi di kedua nyaris sama. Apalagi pada masa ini garis perbatasan antarnegara tidak lagi jelas. Segalanya kini menjadi serba terbuka. Orang semakin mudah berpindah dari satu negara ke negara lain. Penyebaran virus pun menjadi kian sulit terbendung.

Namun mengherankan, kondisi Inggris dan Perancis ternyata jauh berbeda. Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya ditemukan 250.000 kasus positif influenza A-H1N1 di Inggris, 27 penderita influenza A-H1N1 meninggal di Inggris, dan 4 orang di Skotlandia. Sebaliknya di Perancis ”hanya” ditemukan 1.022 kasus positif A-H1N1 dan seorang penderita yang meninggal.

Tingginya jumlah kasus di Inggris membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 12 Juni menyatakan ada pandemi influenza A-H1N1 di Inggris.

Situasi berbeda

Muncul pertanyaan kenapa hal ini bisa terjadi. Pakar penyakit menular dan mantan pejabat Palang Merah Inggris, Marc Gentilini, menduga sistem pemantauan dan antisipasi penyakit di Inggris tidak seteliti Perancis yang lebih cepat mencegah penyebaran virus sejak awal. ”Ini dugaan saya. Sulit untuk mengetahui persis tentang hal itu,” ujarnya.

Pengajar pada Warwick Business School di Inggris, Alyson Warhurst, mengaku tidak heran jika terjadi pandemi di Inggris. Pasalnya, Inggris rentan terhadap virus A-H1N1 itu karena padatnya penduduk, banyaknya warga yang tinggal di kota, dan warga pendatang.

”Risiko tinggi untuk Perancis terkait jumlah turis masuk. Kepadatan penduduk Perancis juga berbeda,” ujarnya.

Ada banyak hipotesis tentang perbedaan kecepatan penyebaran virus di kedua negara itu. Pakar epidemiologi di University of Warwick, Thomas House, menduga salah satunya adalah cuaca Inggris yang lembap dan kerap berkabut.

Tidak ada yang tahu pasti. Namun yang jelas, menurut Kepala Program Flu di Pusat Antisipasi dan Pengendalian Penyakit Eropa Angus Nicoll, penyebaran influenza itu selalu heterogen. ”Namun, kasus di antara negara-negara tidak harus seimbang.” (AFP/LUK)

Kompas Cetak
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!