JOMBANG, KOMPAS.com — Departemen Kesehatan RI, Kamis (30/7), menilai kepanikan terhadap serangan flu A-H1N1 yang di antaranya berwujud penutupan sekolah tidak diperlukan. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama yang mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menyebutkan, hal itu dikarenakan serangan flu A-H1N1 tidaklah mematikan seperti yang dibayangkan.
"Ketakutan yang tidak diperlukan," kata Tjandra. Hal itu disebutkannya menanggapi penutupan SD-SMP Al-Fath di Jalan Cirendeu Raya 24, Ciputat Timur, Tangerang.
KH Irvan Yusuf, salah seorang pembina Pondok Pesantren Tebuireng, menyebutkan, sejumlah dosis tamiflu tambahan sudah dibagikan dan akan dikirim lagi sesuai kebutuhan. Ia menyatakan, kini tinggal 10 orang penderita flu biasa yang masioh diisolasi di Wisma Ilyas dalam lingkup pondok pesantren tersebut.
Kepala Pusat Kesehatan Pondok Pesantren Tebuireng drg Halida Rianti memastikan saat ini tidak ada lagi santri penderita flu yang dirawat inap. "Sudah pulang semua," sebutnya.