
JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar separuh penduduk Amerika Serikat (AS) akan diberi vaksin anti-flu babi atau virus A-H1N1. Perempuan hamil dan pekerja bidang kesehatan akan mendapat prioritas. Demikian dikatakan pejabat Pemerintah AS, seperti dilaporkan BBC.com, Kamis (30/7).
Sebuah badan penasihat Pemerintah AS menyebutkan, petugas kesehatan negara itu siap untuk memberi vaksin kepada 160 juta orang. Vaksinasi, setiap orang akan mendapat dua dosis vaksin, akan dimulai pada pertengahan Oktober mendatang.
Karena stok vaksin masih terbatas, maka orang-orang yang paling rentan terpapar virus yang diutamakan. Masuk dalam kelompok yang rentan ini adalah orang-orang yang mengasuh bayi, perempuan hamil, pekerja kesehatan, dan anak-anak berusia enam bulan hingga empat tahun.
Kekebalan alamiah
"Pesan utamanya adalah itu mencakup separuh dari jumlah penduduk," kata Kathy Neuzil dari Badan Penasihat Pelaksanaan Imunisasi AS. Orang dewasa muda berusia 19 sampai 24 tahun dan orang dewasa—tidak termasuk orang lanjut usia—yang memiliki kondisi kesehatan rentan terserang virus termasuk yang mendapat prioritas untuk mendapat vaksin.
Para petugas kesehatan mengatakan, orang berusia lanjut tampaknya punya tingkat kekebalan yang tinggi terhadap virus A-H1N1. BCC melaporkan, kasus flu babi mereda di seluruh AS saat ini, setelah mencapai puncaknya 10 minggu lalu. Namun, kasus flu diperkirakan akan kembali meningkat pada bulan-bulan yang dingin pada musim gugur.
Pada sebuah studi terbaru yang dilakukan Pusat Kontrol Penyakit dan Pencegahan AS yang dipublikasi pada Rabu, perempuan hamil dianjurkan perlu mendapat perawatan rumah sakit lebih lama setelah terpapar virus A-H1N1. Mereka perlu mendapat perawatan setidaknya empat kali lebih lama dibanding orang-orang lain pada umumnya.