Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Lagi, 2.000 Turis Batalkan Kunjungan ke Bali
Rabu, 22 Juli 2009 | 12:53 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Bali yang memikat turis

JAKARTA, KOMPAS.com — Pascaledakan bom bunuh diri, dunia pariwisata di Indonesia masih tertolong adanya long weekend. Namun, saat ini penurunan dalam dunia pariwisata mulai dirasakan. Pada Selasa (21/7) malam, ada 2.000 wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup serius.

"Hingga tadi malam, berdasarkan informasi dari agen, ada 2.000 orang yang membatalkan kunjungan ke Bali dan mengalihkannya," ujar Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Carla Parengkuan, kepada wartawan seusai konferensi pers di Jakarta Media Crisis Center, Bellagio Mall, Rabu (22/7).

Menurut dia, 2.000 wisatawan itu merupakan kelompok tur kapal pesiar dari Belanda.

Carla mengatakan, penurunan ini dinyatakan serius karena dapat memengaruhi wisatawan lain. Jika yang membatalkan adalah grup wisatawan, seperti 2.000 orang di kapal pesiar asal Belanda itu, dunia pariwisata di Indonesia hancur. Apalagi, beberapa waktu lalu telah ada pembatalan oleh ratusan orang asal Jepang, Australia, dan Eropa.

Carla menuturkan, ketidaktahuan akan geografis wilayah Indonesia merupakan masalah utama dalam pariwisata di negara ini. Banyak orang asing yang tidak mengetahui bahwa jarak Bali dan Jakarta; Manado-Jakarta; Palembang-Jakarta, jauh. Oleh karena itu, Indonesia wajib menginformasikan tentang hal tersebut ke dunia.

"Padahal, baiklah bila Anda tidak berkunjung ke Jakarta. Tapi you kan bisa datang ke wilayah Indonesia lain. Bali dan Jakarta itu jauh. Kalau Jakarta kena bom, kan masih bisa ke kota lain. Itu yang sedang kami lakukan, meyakinkan wisatawan tentang keamanan Indonesia," tuturnya.

"Tell the world, Indonesia save!" ujarnya.

Penulis: BOB   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!