Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Obesitas Memicu Penuaan Dini
Selasa, 21 Juli 2009 | 07:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses penuaan yang ditandai penurunan fungsi organ tubuh terbukti bisa dicegah, dihambat, bahkan dipulihkan. Salah satu upaya efektif adalah mengurangi faktor risiko, terutama obesitas dengan segala komplikasinya.

Menurut Prof Walujo Soerjodibroto dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam simposium ilmiah Perhimpunan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia, Sabtu (18/7) di Jakarta, obesitas dengan komplikasi merupakan faktor risiko terpenting penuaan dini.

Di Indonesia, menurut Ketua Pusat Studi Kedokteran Anti-Penuaan Universitas Udayana Prof Wimpie Pangkahila, kualitas hidup manusia Indonesia termasuk rendah, ditandai dengan usia harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan negara lain di Asia dan tingginya angka kesakitan.

Proses penuaan terjadi sejak dalam kandungan sampai usia lanjut. Hal ini tak hanya terkait masalah estetika atau penampilan, tetapi juga kemampuan organ tubuh. Bila fungsi organ tubuh terganggu karena sakit, usia fisiologis seseorang bisa lebih tua daripada umurnya sehingga kualitas hidup menurun.

Obesitas adalah salah satu hal yang memengaruhi perkembangan penyakit dan kualitas hidup. Menurut dr Suharto dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, obesitas terkait dengan risiko kelainan kardiovaskular seperti jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, dan usia harapan hidup.

Mengubah pola pikir

Masalah obesitas ini tergolong kronis dan sangat sulit diatasi. Menurut Walujo, upaya pencegahan dini lebih mudah mencapai keberhasilan, yaitu saat kondisi pasien masih overweight.

Selama ini terapi obesitas identik dengan pengurangan makan yang tak nyaman dan sering gagal. ”Idealnya, terapi obesitas melibatkan dua aspek utama, yaitu mengurangi makan dan meningkatkan pengeluaran energi dengan olahraga,” katanya.

”Kalau program diikuti dengan baik, pasien mendapat reward berupa rasa nyaman dan berhasil menurunkan berat badan. Bila tidak disiplin, ia mengalami hal tidak menyenangkan,” ujarnya.

Pasien juga perlu bantuan, seperti obat-obatan, konsultasi nutrisi dan kesehatan, termasuk modifikasi perilaku, akupunktur, serta segala cara untuk meningkatkan kemauan terapi tanpa merugikan kesehatan. Cara cepat dan aman adalah hipnoterapi.

Latihan fisik teratur jadi faktor penentu pencegahan dan penanggulangan obesitas. ”Untuk menyeimbangkan asupan kalori dengan pengeluaran, perlu aktivitas otot terkendali. Penurunan berat badan akan terjadi dengan perubahan positif dalam fungsi kardiovaskular, respirasi, metabolisme, dan kesehatan umum,” kata Suharto. (EVY)

KOMPAS
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!