
JAKARTA, KOMPAS.com - Ledakan jumlah kasus influenza A-H1N1 dalam beberapa pekan terakhir ini di sejumlah tempat di Indonesia perlu diwaspadai. Bila tidak segera diantisipasi dengan baik, maka penularan virus itu akan terus menyebar dan bisa berdampak pada terganggunya produktivitas kerja masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi maupun sosial.
Menurut Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi, Selasa (14/7), di Jakarta, sejauh ini pengendalian penyebaran virus flu A-H1N1 dilakukan sektor kesehatan. Hal ini disebabkan penularan terjadi antarmanusia.
Dalam pandemi influenza ini, penularan virus itu dengan cepat di banyak negara dengan tingkat kematian sangat rendah. Angka penularan virus flu A-H1N1 antar manusia yang terjadi di Indonesia relatif kecil, mayoritas pasien tertular saat berada di luar negeri. Angka penularan antarmanusia yang terjadi di Indonesia jadi salah satu pertimbangan untuk menetapkan sejauh mana kegawatan penyebaran virus itu.
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Faisal Yunus menilai, ledakan jumlah kasus infeksi virus influenza A-H1N1 dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi karena pengawasan di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun di bandara internasional, bel um optimal. Pengawasan di bandara kurang ketat, ujarnya.
Di sejumlah negara seperti Jepang dan China, pengawasan masuknya virus itu ke negara tersebut sudah dilakukan sejak penumpang masih di dalam pesawat. Jadi, begitu pesawat tiba di bandara, petugas yang mengenakan baju khusus seperti astronot memeriksa suhu badan semua penumpang.
Jika ditemukan ada pasien yang mengalami panas tinggi, maka pasien itu langsung diisolasi. Saat berada di bandara, para penumpang yang baru tiba kembali diperiksa dengan alat pendeteksi panas tubuh. Setiap penumpang juga diminta mengisi data pribadi, termasuk alamat dan nomor kontak selama berada di negara itu, yang kemudian diperiksa petugas bandara.
Dengan pengawasan ketat, tiap penumpang yang positif terinfeksi virus itu bisa terlacak dan segera ditangani agar tidak menulari orang lain. Hal ini mengurangi risiko penularan antar manusia. Warga yang baru pulang dari luar negeri dan mengalami gejala mirip influenza seharusnya berinisiatif untuk segera mengisolasi diri dan memeriksakan kesehatan, ujarnya.