
JOMBANG, KOMPAS.com — Ribuan penghuni pondok pesantren di Kabupaten Jombang yang berasal dari sejumlah daerah masuk dalam kategori rawan penularan virus H1N1. Meski begitu, kemungkinan penularan virus pencetus flu babi itu di kalangan santri belum sepenuhnya diantisipasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Suparyanto, Selasa (14/7), menyebutkan, dari ratusan pondok pesantren di Jombang, belum ada mekanisme pemeriksaan yang dilakukan. Padahal, banyak santri yang seusai berlibur ke sejumlah daerah bisa saja menjadi agen penyebaran virus H1N1.
Sementara itu, satu pasien terduga (suspect) flu babi ditemukan di Kabupaten Nganjuk. Pasien bernama Ines Nur Latifah (18) itu hingga kini masih dirawat di RSUD Nganjuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk Koorniadji menyebutkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Balai Kesehatan Provinsi Jatim. "Hari ini akan diambil spesimennya untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.
Menurut ayah Ines, Sugeng Wahyudi (49), Ines yang berdomisili di Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, itu baru saja pulang mengikuti pertukaran pelajar di Amerika Serikat sejak setahun lalu. Ines tiba di Jakarta tanggal 5 (Juli), sampai di Nganjuk tanggal 8 (Juli)," katanya saat dihubungi.