
PURBALINGGA, KOMPAS.com - Kekeringan di Purbalingga terus meluas. Dalam tiga hari terakhir, jumlah desa yang melapor mengalami kekeringan bertambah menjadi 39 desa dari semula 20 desa. Diperkirakan lebih dari 30.000 keluarga di 39 desa tersebut sangat membutuh kan bantuan air bersih.
Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Purbalingga, Titin Kusriati, Selasa (14/7), mengungkapkan, 18 desa terakhir yang dilaporkan mengalami kekeringan berada di Kecamatan Kaligondang dan Pengadegan.
Laporan sebelumnya ada 20 desa lalu menjadi 28 desa, dan sekarang 39 desa. Mungkin jumlah keluarganya mencapai 30.000 yang membutuhkan bantuan, kata Titin.
Kondisi parah terjadi di Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang. Sumur-sumur warga mulai mengering. Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa harus berjalan kaki sejauh satu kilometer ke sungai terdekat.
Itu pun tidak serta merta langsung dapat mengambil air dari sungai. Pasalnya, aliran air sungai sangat terbatas dan agak kotor. Untuk mendapatkan air yang cukup dan lebih bersih , warga menggali sisi pinggir sungai untuk mendapat belik, yaitu air sungai yang tersimpan di dalam tanah.
Sumartini (52), warga Desa Slinga, mengaku sejak tiga minggu terakhir terpaksa harus mengangsu air tiap pagi dan sore dari belik di aliran sungai y ang mulai mengecil. Dia berangkat sekitar pukul 04.00. Selain mengambil air, dia juga mandi di air sungai yang debitnya kian kecil tersebut bersama para tetangganya. Usai mandi, dia membawa air dari belik dengan timba dan berjalan kaki ke rumahnya sejauh satu kilometer.
Air sumurnya sudah kering. Jadi ya terpaksa ngangsu, ungkap dia.
Titin mengatakan, dalam waktu dekat pengedropan air ke desa-desa yang kekeringan akan dilakukan. Saat ini masih dilakukan survei bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Kami harus mempersiapkan juga truk tangki untuk mengangkut air tersebut ke desa-desa, kata Titin.
Di saat pengiriman air untuk desa yang kekeringan mendesak dilakukan, dua truk tangki milik PDAM kondisinya rusak. Kerusakan karena jarang dioperasionalkan di luar masa penyuplaian air ke daerah kekeringan.
Kami akan meminta bantuan dari pemadam kebakaran dan Dinas Pekerjaan Purbalingga untuk pengadaan truk tangki ini, kata Titin.