Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Antisipasi Flu Babi, Dinkes Magelang Sebar 2.900 Tamiflu
Laporan wartawan KOMPAS Regina Rukmorini
Selasa, 14 Juli 2009 | 18:21 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi flu babi, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang saat ini sudah menyebarkan 2.900 tamiflu ke 29 puskesmas. Obat ini nantinya akan langsung diberikan kepada warga sakit dengan gejala-gejala terinfeksi virus H1N1.

Ini adalah bentuk kewaspadaan dari kami karena sejak Senin (13/7), Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari sudah menyatakan Indonesia telah mengalami kejadian luar biasa (KLB) flu babi, ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Bambang Sugiarto, Selasa (14/7).

Selain itu, Bambang mengatakan, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan setiap puskesmas untuk memeriksa warga yang sakit dengan lebih teliti.

Warga yang mengalami gejala flu, seperti demam, batuk, dan pilek, harus ditanya lebih jauh apakah mereka baru saja melakukan kontak dengan unggas mati atau dengan turis asing, ujarnya.

Jika berkontak dengan unggas mati, maka orang tersebut menjadi pasien terduga flu burung dan jika baru saja melakukan kontak dengan turis asing, maka dia menjadi terduga flu babi. Semua pasien tersebut ditangani dengan diberi tamiflu, tetapi untuk penanganan lebih lanjut pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit.

Terkait hal itu, Dinkes juga membuka posko penanganan flu babi dan flu burung yang bertempat di Kantor Dinkes Kabupaten Magelang. Sejauh ini, baru ditemukan seorang terduga pasien flu burung asal Mertoyudan. Namun, setelah diberi tamiflu, pasien yang bersangkutan berangsur sehat.

Kunjungan wisman turun

Seiring dengan merebaknya virus H1N1, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur menurun. Jika biasanya jumlah wisatawan pada pertengahan bulan sudah mencapai 45 persen dari target, maka pertengahan Juli ini, jumlah wisatawan mancanegara baru mencapai 31 persen dari target. Pada bulan Juli, jumlah wisatawan ditargetkan mencapai 21.000 orang.

Sejauh ini, kami belum mengetahui secara pasti, penurunan ini terjadi karena pengaruh krisis global ataukah karena wabah flu babi di dunia, ujar Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Pujo Suwarno.

Wisatawan asing yang datang berkunjung ke Candi Borobudur kebanyakan berasal dari Belanda, Jepang, Prancis, Malaysia, Thailand, dan Rusia.

Jumlah wisatawan asing tahun ini ditargetkan mencapai 165.000. Dengan penurunan jumlah wisatawan di bulan Juli tersebut, maka jumlah turis asing saat ini baru mencapai 40 persen dari target. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah turis mancanegara di pertengahan tahun seperti sekarang sudah mencapai 50 persen dari target.

Menyikapi merebaknya virus flu babi tersebut, Pujo mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Namun, sementara ini, dua dinas tersebut belum merekomendasikan penggunaan alat pendeteksi virus.

"Alat pendeteksi virus dan pengukur suhu tubuh dirasakan perlu dipasang jika virus ini sudah menyebar semakin luas di Jawa Tengah dan Yogyakarta," ujarnya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!