Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Dua Pasien "Suspect" Flu Babi Pulang
Selasa, 14 Juli 2009 | 18:10 WIB
KOMPAS/M SYAIFULLAH
Perawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo, Balikpapan, Kalimantan Timur mengenakan masker untuk merawat pasien terduga flu babi.
TERKAIT:

MALANG, KOMPAS.com — Dua dari tiga pasien yang semula ditetapkan sebagai suspect flu babi oleh Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, Selasa (14/7), akhirnya diperbolehkan pulang. Adapun seorang pasien lainnya masih harus menunggu hasil uji laboratorium di Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Demikian dituturkan oleh Ketua Tim Penanganan Flu Babi RSSA Malang, Dr HA Gatoet Ismanoe SpPD KPTI, Selasa (14/7) di Malang. "Si anak dan ibunya boleh pulang karena memang dari dua kali hasil rapid test terhadapnya diketahui negatif flu tipe A. Makanya hari ini keduanya boleh pulang," ujar Gatoet. Menurut Gatoet, keduanya diindikasikan hanya menderita flu biasa.

Sementara itu, sang ayah masih harus menunggu hasil uji laboratorium di Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Provinsi Jawa Timur sekitar 3-5 hari ke depan. "Sebab dalam pemeriksaan rapid test, ia positif menderita virus flu tipe A. Kini untuk memastikan subtipe virus tersebut, maka kami masih harus menunggu hasil laboratorium," ujar Gatoet.

Ketiganya yaitu sang ibu berinisial E, anak berinisial Ek, dan sang ayah berinisial BG, masuk ruang isolasi RSSA sejak Sabtu (11/7) malam. Keduanya memeriksakan diri setelah mengeluh sakit panas, nyeri tenggorokan, dan sebelumnya sang anak terpapar orang yang diduga menderita flu babi saat berada di pesawat sepulangnya ke Indonesia. Sang anak sekitar dua minggu lalu pulang dari Amerika, dan dijemput ayah serta ibunya di Bandara Juanda Surabaya.

Penulis: DIA   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!