Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
4 Dokter RSUP Sardjito Dicurigai Tertular Flu Babi
Selasa, 14 Juli 2009 | 14:35 WIB
KOMPAS/M SYAIFULLAH
Seorang perawat mengenakan masker untuk merawat pasien terduga flu babi.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang dokter RSUP Dr Sardjito Yogyakarta akhirnya harus menjalani perawatan di ruang isolasi khusus, setelah mereka diduga menderita suspect influenza A-H1N1 atau flu babi. Mereka adalah bagian dari 32 orang rombongan dokter yang baru saja pulang dari mengikuti paduan suara di Korea Selatan.

Dengan demikian, RSUP Dr Sardjito kini merawat Sembilan pasien suspect flu babi, lima di antaranya berada di ruang isolasi Kartika. Sedang untuk tim dokter yang mengalami keluhan serupa dirawat di ruang baru.

Dari lima orang yang dirawat di ruang Kartika, satu di antarannya adalah mahasiswa asal Australia, pegawai kebersihan RSUP Dr Sardjito sendiri, seorang paramedis salah satu puskesmas di Kabupaten Sleman, dan dua pelajar yang baru mengikuti program pertukaran pelajar.

Ketua tim penanganan flu babi RSUP Dr Sardjito, Sumardi yang didampingi Wakil Ketua Amelia, Selasa (14/7) sekitar pukul 13.30, kepada pers, mengatakan pihaknya telah mengambil swap (cairan hidung dan tenggorokan) keempat dokter tersebut Selasa pagi dan telah dikirimkan ke Jakarta.

"Mereka (keempat dokter) sampai di Yogyakarta tadi malam, setelah menempuh perjalanan dari Bali menggunakan bus. Sampai di sini , mereka kita periksa, termasuk awak bus," ujar Sumardi.

Untuk 28 anggota rombongan lainnya, menurut Sumardi tidak menunjukkan gejala-gejala sakit. Namun, pihaknya mengimbau agar mereka mengisolasi diri dulu di rumah, serta membatasi kontak dengan orang lain. (WER)    

 

Penulis: WER   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!