Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Puluhan Ribu Keluarga Kurang Air
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Burhanudin
Sabtu, 11 Juli 2009 | 18:05 WIB
shutterstock

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Meskipun musim kemarau baru berlangsung 1,5 bulan, dampaknya mulai dirasakan masyarakat di Purbalingga. Sebanyak 12.374 keluarga di kabupaten ini mengalami kekurangan air bersih.

Ribuan keluarga tersebut tersebar di 20 desa di empat kecamatan, yakni Bojongsari, Bobotsari, Kejobong, dan Bukateja. Wilayah terparah adalah Kecamatan Kejobong yang meliputi 13 desa di wilayah itu. Tiga desa di kecamatan Bojongsari, yakni Metenggeng, Bum isari, dan Pekalongan, tiga desa lainnya di Bobotsari, yakni Banjarsari, Karangmalang, dan Talagening, serta satu desa di Bukateja, yakni Wirasaba.  

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Purbalingga, Titin Kusriati, Sabtu (11/7), mengungkapkan, diperkirak an masih banyak kecamatan lainnya yang juga mengalami kekurangan air bersih. Namun, hingga Sabtu kemarin baru empat kecamatan tersebut yang mengajukan bantuan pengiriman air bersih ke PDAM.

Sesuai dengan surat edaran Bupati Purbalingga, PDAM membantu pe ngadaan air bersih untuk warga yang mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau ini. Sejauh ini, baru empat kecamatan itu yang mengajukan. Tapi, melihat kondisi yang ada, kemungkinan masih banyak yang belum melapor, ujar Titin.

Ada dua kecamatan di Purbalingga yang selama ini menjadi langganan kekeringan terparah, yakni Pengadegan dan Kaligondang. Namun, dua kecamatan itu hingga kini belum melaporkan.

Camat Kaligondang, Tri Hendarwati mengatakan, saat ini masih mendata desa-desa yang mengalami ke keringan. Dia mengakui, Kaligondang rawan terjadi kekeringan. Beberapa areal persawahan dan sungai sudah mengering pada masa kemarau ini. Namun, itu belum terjadi di semua desa.

"Kami masih menunggu data dari desa-desa saat ini," ujar dia. Lebih jauh Titin mengungkapkan, pada tahun 2008 lalu, ada 72 desa yang tersebar di 13 kecamatan yang mengalami kekeringan di Purbalingga. Pada tahun ini, diperkirakan jumlahnya tidak jauh berbeda.

"Tahun ini kemarau baru mulai bulan Juni-Juli, sebelumnya pada Mei sudah kemarau. Jadi, nantinya mungkin juga akan mundur lagi," lanjut Titin.

Untuk bantuan air bersih, PDAM Purbalingga akan memberikannya secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Sumber pendanaannya sudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan dana APBD.

"Kami menyiapkan empat truk tanki untuk menyalurkan bantuan. Tapi sayang, dua truk di antaranya kondisinya rusak. Kami akan meminta bantuan dinas pekerjaan umum dan pemadam kebakaran untuk pengadaan truk tankinya," tandas dia.

 

 

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!