Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
CAPD, Terapi Terbaik untuk Penderita Gagal Ginjal
Sabtu, 11 Juli 2009 | 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit ginjal kronik biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas sehingga seringkali terlambat penanganan dengan tepat. "Penyebab utama yang paling bayak adalah diabetes, tekanan darah, serta pemakaian obat-obatan yang tidak jelas," ungkap Direktur Ketua RS PGI Cikini, Dr. Tunggul Situmorang saat diskusi dengan anggota Sahabat Ginjal Kalbe di Jakarta, Sabtu (11/7).-

Dr. Tunggul mengatakan, ada lima tahap seseorang hingga gagal ginjal mulai dari gangguan fungsi ginjal diatas 90 persen, ringan 60-89 persen, sedang 30-59 persen, berat 15-29 persen. "Gangguan berat sudah mulai cuci darah. Terakhir, gagal ginjal dibawah 15 persen fungsi ginjal," paparnya.

Terapi bagi gagal ginjal, katanya, dapat berupa dialisis (cuci darah) atau dengan transpalansi ginjal. Terapi dialisis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu hemodialisis (HD) atau cuci darah melalui mesin dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cuci darah melalui perut.

Untuk terapi HD, kata Dr. Tunggul, darah dikeluarkan dari tubuh dan masuk ke "ginjal buatan" (mesin) kemudian dibersihkan dengan cairan pembersih (dialisat).

Sedangkan pada terapi CAPD, lanjutnya, darah tidak dikeluarkan dari tubuh, tetapi dialisat yang dimasukkan ke dalam rongga perut melalui selang Tenckoff yang terpasang di dalam perut dengan cara operasi. "Setelah dimasukkan, cairan dibiarkan selama 4-6 jam kemudian dikeluarkan. Demikian secara terus menerus empat kali sehari," ungkapnya.

Dr. Tunggul menambahkan, lebih dari 120 ribu pasien di seluruh dunia menggunakan metode CAPD yang dari segi medik mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan terapi HD.

Keunggulan tersebut adalah fungsi ginjal yang masih tersisa dapat dipertahankan lebih lama. Selain itu, hanya sedikit pembatas diet serta kadar hemoglobin dan tekanan darah lebih terkontrol. "Dialisis dilakukan sepanjang hari sehingga tubuh terasa lebih sehat serta dapat dilakukan sendiri di rumah," paparnya.

Marketing Manager Kalbe Farma Dr. Erlan mengatakan, biaya untuk operasi pemasangan Tenckoff sekitar Rp 2,5 juta dan untuk cairan dialisat sekitar Rp 6,3 juta untuk satu bulan. "Jumlah pengguna terapi CAPD di Indonesia sekitar 800 orang. Masih bayak penderita gagal ginjal yang belum mengetahui kelebihan CAPD," katanya.

Penulis: C8-09   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!