JAKARTA, KOMPAS.com - Tren pengidap HIV AIDS pada populasi usia produktif 15-59 tahun, dari tahun-tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 ODHA dengan usia 15-49 tahun sebanyak 277.700 orang, dan pada tahun 2014 jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat sampai 501.400 orang.
Demikian dikatakan Dyah Erti Mustikawati, Kasubdit AIDSPMS Departemen Kesehatan, di Jakarta, Kamis (9/7). Peningkatan tersebut diakibatkan karena remaja saat ini semakin banyak yang melakukan perilaku berisiko, seperti seks bebas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas 2 SMU di Jakarta dan Surabaya, 14, 6 persen dari 1000 siswa yang diteliti pernah melakukan hubungan seksual. "Remaja laki-laki lebih banyak ketimbang remaja perempuan, dan jumlahnya juga lebih banyak di Surabaya," ujarnya.
Tak hanya perilaku seks bebas, meningkatnya pengguna narkoba terutama yang menggunakan jarum suntik, ternyata juga berpengaruh pada peningkatan jumlah ODHA diusia produktif.
Dari data yang dipunyai Depkes 50 persen pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dia pasti terinfeksi HIV.
Meningkatnya jumlah tersebut, kata Dyah, merupakan kondisi yang memprihatinkan dan tidak dapat didiamkan. Jika pada umur 15 orang sudah mengidap AIDS, berarti sejak umur 10 tahun penderita tersebut sudah menyimpan virus HIV di dalam tubuhnya. Pasalnya perlu waktu 5 tahun bagi virus HIV berkembang menjadi AIDS. "Itu berarti semenjak kecil mereka telah terinfeksi virus mematikan itu," kata dia.
Jika tren tersebut terus berkembang, Dyah mengkhawatirkan akan terjadi missing link dan kualitas moral generasi penerus semakin menurun.
"Agar angka tersebut tidak terus meningkat, maka kelompok muda sekarang harus menjadi perhatian. Kesadaran akan bahaya HIV AIDS di lingkungan masyarakat juga harus digalakan melalui berbagai penyuluhan," sarannya.