Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Membantu Pasien Kanker dengan Subsidi Silang
Selasa, 30 Juni 2009 | 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang seharusnya memiliki akses yang sama terhadap kesehatan. Hal tersebut beberapa tahun terakhir ini diwujudkan oleh Novartis Indonesia kepada pasien kanker yang kurang mampu dan kelas menengah untuk mendapatkan obat kanker Imatinib mesylate.

Imatinib mesylate adalah obat kanker inovatif untuk pasien yang menderita leukimia kronik (chronic myeloid leukimia) dan kanker saluran cerna (gastrointestinal stronal tumors).

Lewat program Novartis Oncology Access (NOA) yang diluncurkan hari ini, akses terhadap obat kanker imatinib diperluas bukan hanya untuk pasien kurang mampu tapi juga pasien setengah mampu. "Fokus program baru ini adalah mereka yang termasuk kelas menengah di Indonesia," kata John Ketchum, Head of Oncology Novartis Asia Pasifik, di Jakarta (30/6).

Mengutip standar WHO, kriteria pasien kelas "menengah" menurut Novartis adalah pasien yang setelah membeli obat Imatinib masih punya sisa dana untuk membiayai hidupnya. "Kalau secara finansial si pasien selama setahun bisa membeli obat untuk dua bulan, sisanya ditanggung program NOA," kata Joko Murdianto, Business Oncology Head Novartis Indonesia.

Lewat program subsidi silang semacam itu, pasien yang mampu bisa berkontribusi sebagian dari seluruh pembiayaan untuk Imatinib. Sehingga makin banyak lagi pasien kurang mampu yang mendapat pengobatan. NOA merupakan perluasan dari program Glivec International Assistance Program (GIPAP) yang sudah membantu 328 pasien di Indonesia sejak tahun 2003.

Imatinib merupakan obat impor karena harganya sangat mahal. Dalam sebulan, pasien memerlukan 120 tablet obat. Harga satu boks yang berisi 60 tablet sekitar Rp 11,5 juta. Ini berarti pasien harus mengeluarkan uang sekitar Rp 23 juta.

Pasien yang ingin mengikuti program NOA harus mendapatkan rekomendasi dari dokter sebelum mendaftarkan diri ke Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jakarta. Pasien juga wajib melewati proses evaluasi finansial yang dilakukan oleh mitra Novartis, PT.Survindo.

Apabila pasien, berdasarkan rekomendasi diharuskan membeli sebagian obat, maka pasien dapat membeli obat pada apotik yang ditunjuk, sedang sisanya bisa mengambil di YKI. Setelah tercatat dalam program ini pasien juga diwajibkan melakukan kontrol secara rutin ke dokter untuk mengetahui perkembangan penyakit dan efek samping obat.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi NOA center 021-3690 1133 yang mulai aktif tanggal 1 Juli 2009.

Penulis: AN   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!