Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Megawati: Indonesia Perlu Kemandirian Pangan dan Revitalisasi Desa
Kamis, 25 Juni 2009 | 19:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia perlu kemandirian pangan dan revitalisasi desa untuk mengentaskan masyarakat miskin dan mengatasi pengangguran. Demikian diungkapkan Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan visi dan misinya soal kemiskinan dan pengangguran dalam acara Debat Presiden di stasiun televisi MetroTV, Jakarta, Kamis (25/6) malam.

Dalam acara yang dimoderatori pengamat ekonomi Aviliani ini, Megawati mengungkapkan, sebagai negara besar yang memiliki kekayaan sumber daya alam, sangat layaklah jika masyarakat Indonesia sejahtera.

Kekayaan alam utama yang potensial menurut Megawati adalah sektor pertanian, kelautan, dan perikanan. Oleh karena itu diperlukan pembagian tata ruang tanah dan air untuk meningkatkan potensi alam itu. "Kita ingin membangun kedaulatan bukan hanya swasembada pangan, tapi juga kelautan," ujar Megawati.

Kemandirian pangan bisa ditempuh antara lain dengan melakukan proteksi terhadap produksi dalam negeri. "Contoh pada waktu lalu saya berhentikan impor beras dan gula untuk melindungi dan memperbesar produksi beras dan gula secara mandiri," ungkap Mega.

Selanjutnya, Megawati juga menyoroti soal pemberdayaan daerah. Desa harus direvitalisasi agar mampu mengembangkan diri dan masyarakat di dalamnya. Selama ini pengembangan terhadap potensi desa kurang sehingga banyak masyarakat desa berbondong-bondong ke kota. Akibatnya, muncul urbanisasi. Bukannya menjadi sejahtera, tetapi banyak kaum urban justru menjadi miskin di kota.

Menurut Megawati, jika desa dikembangkan, maka kesempatan kerja menjadi terbuka di daerah dan kesejahteraan menjadi lebih merata. "Apakah ini mungkin dilakukan? Ya. Ini hanya persoalan me-manage-nya," kata Megawati.

Penulis: MBK,WAH   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!