Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Dua Kali "Debat", Harus Bisa Berbeda
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Kamis, 25 Juni 2009 | 18:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Debat pertama antarcalon presiden yang dilangsungkan pekan lalu, dinilai nirdebat. Pada debat kedua malam ini, Kamis (25/6), para calon presiden diharapkan sudah bisa menunjukkan perbedaan, baik dari sisi program kerja maupun pemikiran. Hal itu dikatakan oleh pengamat politik Indonesia Institute, Cecep Effendi, kepada Kompas.com, hari ini.

"Sampai hari ini kita belum memperoleh gambaran jelas diferensiasi ketiganya (capres). Saya berharap, pada debat putaran kedua sudah terlihat perbedaannya," kata Cecep seusai mengisi sebuah seminar di Jakarta.

Idealnya, menurut Cecep, selain moderator dihadirkan pula panelis. Fungsi panelis, dikatakannya, untuk mendalami jawaban calon atas pertanyaan moderator.

"Dengan pendalaman, akan memberikan alasan rasional bagi pemilih untuk menentukan calonnya. Tapi, saya khawatir pada debat kedua malam ini belum muncul," kata pengajar Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Dipilihnya moderator yang berlatar belakang akademisi, menurut Cecep, menjadi sebuah masalah tersendiri. Akademisi dinilai cenderung menyerang secara normatif. Namun, ia berharap para calon tak hanya mengulang hal-hal yang sering diungkapkan. "Tapi lebih ke yang bersifat kebijakan," ujarnya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!