JAKARTA, KOMPAS.com — Meski WHO telah meningkatkan level peringatan flu babi menjadi pandemi 6 atau siaga tertinggi, pihak Departemen Luar Negeri Republik Indonesia belum berencana untuk mengeluarkan travel warning ataupun travel advisory.
"Kalau untuk travel warning harus ada mekanisme yang rapat interdeep pada Menko Kesra, sekarang ini sudah ada lebih dari 70 negara yang terjangkit flu babi, nanti kita tidak bisa ke mana-mana," ujar Teuku Faizasyah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri, di Jakarta (12/6).
Menurutnya langkah pemerintah yang telah menyiapkan 3 juta tamiflu dan menyediakan sensor di berbagai titik kedatangan sudah tepat. Menurutnya, kekhawatiran masyarakat adalah hal yang wajar, tetapi tidak perlu dibesar-besarkan. "Yang terpenting adalah kesadaran dan persiapan masing-masing negara untuk menghadapi masalah itu," ungkap dia.
Hingga Rabu (10/6), WHO mencatat 74 negara telah melaporkan 27.737 kasus flu babi, 141 meninggal dunia. WHO menekankan kasus flu babi tergolong ringan dan tidak perlu perawatan.