Selasa, 16 September 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pekan Seni Budaya Pelajar, Macapat dan Tari Jadi Andalan
Laporan wartawan KOMPAS Sonya Helen Sinombor
Kamis, 11 Juni 2009 | 20:11 WIB
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Penari membawakan tari Maju Pat pada Srawung Seni Candi di Candi Sukuh, Desa Mberjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (11/1). Sejumlah atraksi kesenian, seperti tari, reog, dan wayang, ikut tampil pada acara yang menjadi bagian dari Grebeg Lawu ini. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut deklarasi atas Gunung Lawu sebagai kawasan taman budaya.

SOLO, KOMPAS.com -  Untuk mewujudkan Kota Solo sebagai kota budaya, dan mendukung Program Pekan Seni Pelajar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Solo membuka kesempatan kepada siswa-siswa sekolah dasar di Kota Solo, untuk berlomba dan menunjukan kemampuan seni budaya di bidang seni karawitan, paduan suara, seni tari, se ni lukis, dan macapat.

Perlombaan di bidang seni akan dilaksanakan melalui kegiatan Pekan Seni Pelajar Budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Solo, Sabtu (13/6) di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Solo, Purnomo Subagyo, Kamis (11/6) menyatakan kegiatan pekan seni tersebut merupakan bagian dari perlombaan berjenjang yang dilakukan dari tingkat gugus, kecamatan, kota, eks-karesidenan Surakarta, hingga tingkat Provinsi Jateng.

Pada Pekan Seni Budaya Pelajar 2008 tingkat Provinsi Jateng, kontingen pelajar SD dari Kota Solo meraih prestasi sebagai juara umum. Kami berharap bisa mempertahankan prestasi tersebut. Harapannya kontingen Kota Solo bisa meraih emas untuk semua cabang seni yang dilombakan, ujar Purnomo.

Seperti tahun lalu, kontingen pelajar Kota Solo tetap mengandalkan kemampuan di bidang seni tari, macapat dan paduan suara. Oleh karena itu, pada Pekan Seni Budaya Pelajar tingkat Kota Solo perlombaan dilakukan secara ketat. Materi lomba pun tidak asal-asalan, ujar Purnomo.

Kepala Bidang Seni Budaya, Sejarah dan Purbakala, Disbudpar Pemkot Solo, Budi Sartono menyatakan untuk lomba seni tari, materinya adalah Tari Manipuren karya S Maridi (putri), dan Tari Jaranan susunan tari S Pamardi (putra).

Materi wajib lomba macapat, adalah Sinom Malatsih-laras slendro pathrt sanga (putra), dan Dhandanggula/Panglipur-laras pelog pathet nem (putri). Selain itu materi wajib untuk pilihan putra/putri adalah Kinanthi-laras pelog pathet barang, Kinanti Bumin atan-cengkok lagu metaraman, Pocung-laras pelog pathet lima.

Untuk karawitan, materi lomba adalah Ladrang Lipursari (laras slendro pathet manyura) dan Lelagon Nonton Wayang (laras pelog pathet lima). Sedangkan lomba paduan suara lagu wajib berjudul Sekumtum Mawar dan beberapa lagu pilihan. Lomba seni lukis temanya akan diumumkan menjelang lomba.

 

 

 

 

 

 

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!