Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
WHO Berunding soal Flu Babi
Kamis, 11 Juni 2009 | 03:58 WIB

GENEVA, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) berunding dengan negara-negara yang terserang paling parah oleh flu babi, Rabu (10/6), untuk menilai apakah ada bukti "yang tidak dapat dibantah" bahwa virus itu meluas di kalangan penduduk setempat, kata seorang juru bicara badan PBB itu.
      
"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa direktur jenderal sedang berembug dengan kementerian-kementerian kesehatan dari tujuh atau delapan negara yang paling parah terserang penyakit itu untuk berusaha mengetahui apakah ada bukti yang tidak dapat dibantah mengenai perluasan di kalangan masyarakat," kata juru bicara WHO Fadela Chaib.
      
Negara-negara yang melaporkan jumlah tertinggi penjangkitan penyakit itu mencakup Australia, Inggris, Kanada, Jepang, Meksiko, dan AS.
      
Chaib mengatakan bahwa telekonferensi itu, yang dimulai pukul 11.00 GMT (pukul 18.00 WIB), merupakan "pertemuan penting" dan WHO sedang berusaha memperoleh bukti kuat mengenai perluasan di kalangan penduduk sebelum mengambil sebuah keputusan apakah akan mengumumkan penyakit itu sebagai pandemik berskala penuh dengan tingkat tertinggi enam.
      
Sejak virus A(H1N1) pertama kali ditemukan pada April, 26.563 orang yang terjangkit, 140 di antaranya tewas, dilaporkan kepada badan kesehatan dunia itu dari 73 negara.
      
Selasa, seorang pejabat tinggi PBB mengatakan, dunia "sangat dekat sekali" dengan deklarasi pandemik flu babi dan badan kesehatan dunia sedang bekerja untuk mempersiapkan negara-negara untuk menaikkan bahaya penyakit itu ke tingkat tertinggi.
      
"Kita sudah sangat dekat sekali," kata Keiji Fukuda, asisten direktur jenderal badan PBB itu, dengan mengingatkan bahwa di Australia, kini ada "banyak aktivitas di Victoria di tingkat masyrakat".
      
Menurut pedoman WHO, satu kriteria penting untuk mengumumkan sebuah wabah adalah terjadinya penyebaran di kalangan masyarakat di sebuah negara di luar kawasan pertama tempat penyakit itu dilaporkan pertama kali, dalam hal ini di luar Amerika.
      
WHO sejauh ini tetah menempatkan tingkat bahaya flu babi pada tahap lima, dari tingkat tertinggi enam, dan mengisyrakat bahwa sebuah pandemik akan "terjadi dalam waktu dekat".

Ant
Sumber :
Penulis: XVD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!