PALEMBANG, KOMPAS.com — Ratusan perawat dan mahasiswa keperawatan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (8/6), melakukan demonstrasi di Gedung DPRD Sumsel. Mereka mendesak agar Rancangan Undang-Undang Keperawatan segera disahkan oleh DPR.
Selain menggelar orasi, para peserta domonstrasi melakukan aksi teatrikal bagaimana perawat memberikan pelayanan kepada pasien. Aksi teatrikal tersebut menggunakan tempat tidur lipat dan peralatan kedokteran seperti infus, perban, dan obat merah.
Menurut Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel Ahmad Djauhari, Undang-Undang Keperawatan akan memberikan perlindungan kepada pasien maupun perawat. Apalagi saat ini banyak muncul kasus terkait pelayanan rumah sakit seperti kasus Prita.
"RUU keperawatan sudah dibahas sejak setahun lalu tetapi sampai sekarang belum ada kemajuan. Kalau tidak ada perkembangan, perawat se-Indonesia mengancam mogok," kata Ahmad Djuhari.
Para pengunjuk rasa ditemui oleh pimpinan DPRD Sumsel. Ketua DPRD Sumsel Zamzami Ahmad mengatakan, aspirasi para pengunjuk rasa akan disampaikan ke DPR.
Aksi serupa juga digelar di depan Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin pagi tadi. Dalam orasinya, ratusan perawat itu juga menuntut agar RUU Keperawatan segera disahkan. Mereka tidak ingin perawat selalu disalahkan jika terjadi persoalan dengan pasien.