Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Tumis, Tumis, Sehat, Sehat
Senin, 1 Juni 2009 | 14:16 WIB

Mengolah makanan dengan cara menumis bisa menjadi salah satu andalan kita. Begitu cepat dan mudah untuk dilakukan. Ada begitu banyak alasan mengapa teknik memasak yang satu ini perlu kita kuasai. Apalagi saat waktu yang dimiliki sangat singkat. Jangan lantas kesehatan terlewat! Di antara beragam manfaat yang bisa didapat, tiga hal ini yang perlu kita camkan:

1. Masakan yang ditumis bisa jadi alternatif bagi kita untuk menyediakan hidangan sehat untuk keluarga. Lewat satu piring saja, kita sudah mencukupi jumlah asupan sayuran dalam satu hari. Plus, kandungan lemak jenuhnya relatif rendah.

2. Hidangan tumisan lebih cepat untuk disiapkan. Kurang dari setengah jam kita sudah bisa bersantap.

3. Jarang terjadi kegagalan saat mengolah jenis makanan ini. Dijamin jadi!.

Agar faktor kesehatan tetap terjaga, pastikan tiga hal ini dipilih dengan benar.

1. Sayuran
Padukan beragam warna sayuran, terutama yang terang. Warna terang menandakan sayuran memiliki kandungan fitokimia yang tinggi. Paprika, jamur shitake, wortel, bok choy, brokoli, dan kembang kol, adalah pilihan yang paling disarankan.

Sepiring hidangan setidaknya terdiri dari dua jenis sayuran yang berbeda. Potong-potong sayuran, agar pada proses memasak semuanya bisa matang dengan cepat dan merata. Lalu, padukan sayuran dengan protein. Misalnya saja tempe atau tahu, atau dengan irisan kacang yang telah disangrai atau dipanggang.

2. Minyak
Untuk menggoreng, gunakan minyak yang sehat. Misalnya saja minyak canola atau minyak wijen. Jenis minyak seperti ini memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah dan bisa tahan pada suhu memasak yang tinggi. Hindari minyak zaitun, karena menimbulkan asap dan membuat masakan terasa pahit. Agar sayuran tetap garing, masaklah di atas api besar. Hindari memasak dalam jumlah terlalu banyak. Plus, aduk-aduk terus saat memasak.

3. Bumbu
Ada berbagai macam bumbu yang bisa kita pakai saat menumis. Mulai dari jahe, bawang putih, chile paste, kecap, hingga kecap asin. Bumbu ini akan membuat aroma masakan jadi lebih kuat. Pangkas pemakaian garam dengan memilih garam diet. Atau, gunakan saus seperti saus hoisin, saus tiram, lalu campur dengan kaldu ayam atau cair.

Prevention Indonesia
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!