Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Hipnosis Kembalikan Kualitas Hidup
Senin, 1 Juni 2009 | 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Terapi hipnosis mampu mengembalikan kualitas hidup seseorang yang terganggu akibat trauma masa silam. Hipnosis mencabut akar masalah yang puluhan tahun memengaruhi hidupnya.

Contoh seseorang yang tumbuh menjadi pemarah, tak terkontrol, penakut, mengisolasi diri, atau punya orientasi seksual menyimpang. Pemberian sugesti akan mengubah perilaku pasien.

”Kesembuhan tak hanya bergantung pada pasien, tetapi juga kepintaran dokter dan dukungan keluarga,” kata konsultan hipnosis kedokteran, Tubagus Erwin Kusuma SpKJ, di simposium ”Hipnoterapi dalam Lingkup Klinis Psikiatri” yang diadakan Forum Komunikasi Rumah Sakit Jiwa Swasta dan Praktik Kedokteran Jiwa Swasta di Jakarta, Sabtu (30/5).

Gangguan energi bawah sadar, selain membentuk perilaku, juga bisa menimbulkan gangguan pada tubuh dan fungsi tubuh sehingga juga diberikan obat.

Psikolog yang praktisi hipnoterapi, Liza Marielly Djaprie, mengatakan, ”Kendali di tangan klien. Kalau tak mau terbuka, ya sulit.” Melalui serangkaian terapi hipnosis, akan didapat informasi traumatis pasien pada usia 2-4 tahun (age regression therapy).

Pada kasus ketakutan berlebihan, pasien sembuh setelah memaafkan orang lain atau diri sendiri. ”Klien yang dulu tak berani bicara di depan umum, setelah empat sesi sudah pulih. Emosinya terkendali.”

Menurut praktisi hipnoterapi, dosen kesehatan jiwa dan perilaku Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta, Dharmady Agus SpKJ, konsep dasar hipnosis adalah mengubah perilaku lama dengan memasukkan sugesti yang menjadi nilai baru seseorang. (GSA)

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!