Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Penderita Hepatitis B Dapat Sembuh
Sabtu, 30 Mei 2009 | 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil penelitian internasional terbaru terhadap pasien hepatitis B yang menjalani terapi dengan PEG Interferon Alfa 2-a (40D), tidak ditemukan lagi antigen-s atau bisa disebut sembuh secara klinis.

"Hasil penelitian ini suatu terobosan baru yang sangat penting karena berdampak pada penurunan besar risiko kanker hati, sirosis, dan peningkatan harapan hidup," kata pakar hati, Prof.Laurentinus Lesmana, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (30/5).

Prof Laurentinus mengatakan, hepatitis B adalah masalah kesehatan yang sangat mengkhawatirkan. Data terakhir menunjukkan lebih dari 350 juta orang di dunia terinfeksi virus tersebut dan satu juta orang meninggal setiap tahun serta merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian terbesar.

"Hingga beberapa waktu terakhir, kesembuhan klinis pada pengobatan hepatitis B masih dianggap tidak mungkin. Tapi para pakar dunia membuat terobosan terbaru dan membuktikan dicapai kesembuhan klinis," ucapnya.

Pakar hati lain, Dr Poernomo, mengatakan, temuan awal tersebut akan ditegaskan kembali dengan penelitian internasional hepatitis B yang melibatkan 24 negara dan salah satunya Indonesia. "Di Indonesia akan dilibatkan 50 pasien dari tiga kota yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bandung selama setahun," katanya.

Selama ini obat-obatan hepatitis yang ada, kata Dr Poernomo, tidak membunuh virus hepatitis secara total karena virus sejak lama masuk ke dalam inti sel di hati dan kemudian terus berkembang.

"Karena itu ditemukan obat bagaimana membuat sistem imunitas muncul dalam tubuh sehingga virus tersebut hancur total," katanya. (C8-09)

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!