Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Sebulan, PMI Semarang targetkan 5.000 Kantong Darah
Senin, 25 Mei 2009 | 23:24 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menargetkan sebanyak 5.000 kantong darah terkumpul setiap bulan.
    
Kepala Markas PMI Cabang Kota Semarang, Sulaningsih Bachrun, Senin (25/5), mengatakan, kantong darah sebanyak itu untuk melayani kebutuhan 20 rumah sakit (RS) di Kota Semarang. "Jumlah permintaan darah setiap hari tidak selalu sama. Namun, kami mampu menyediakan sekitar 250-300 kantong darah setiap harinya," katanya.
    
Ia menyebutkan, hari ini stok darah yang tersedia sebanyak 2022 kantong, terdiri atas empat golongan darah dan sembilan komponen darah.
    
Menurut dia, masyarakat banyak yang tidak mengerti tentang kebutuhan yang diperlukan dan stok darah yang dimiliki PMI. "Misalnya, kami memiliki stok darah sebanyak 15 kantong untuk golongan darah AB dan 178 kantong untuk golongan darah A," katanya.
    
Sementara, permintaan untuk golongan darah AB justru lebih banyak, sehingga kemudian ada anggapan bahwa stok darah di PMI menipis, padahal kenyataannya tidak seperti itu. "Sebab, stok untuk golongan darah lain, selain golongan darah AB masih aman dan mencukupi," katanya.
    
Berkaitan dengan donor pengganti, ia mengatakan, pihaknya menargetkan 4,5 persen dari target sebanyak 5.000 darah per bulan. "Donor pengganti tidak bersifat utama dan hanya bersifat "accident", jika kami mengalami kekurangan stok untuk golongan darah tertentu, terutama golongan darah yang tergolong langka," katanya.
    
Biasanya, kata dia, donor pengganti dicukupi oleh pihak keluarga pasien yang membutuhkan golongan darah tersebut.
    
Oleh karena itu, pihaknya hanya menargetkan donor pengganti di bawah angka 10 persen. Sebab, idealnya memang sebesar itu yang membuktikan bahwa PMI masih sanggup melayani dengan stok darah yang dimiliki.
    
Ia mengharapkan, masyarakat dapat lebih aktif untuk mendonorkan darahnya secara rutin untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
    
Selain itu, mendonorkan darah secara rutin setiap tiga bulan sekali dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung. "Namun, untuk menjadi pendonor darah tentunya harus melewati pemeriksaan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, antara lain diperiksa kadar Haemoglobin (Hb), tekanan darah, serta riwayat kesehatannya," katanya.

Ant
Sumber :
Penulis: XVD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!