Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ayo Tambah Kalsium untuk Anak Anda!
Jumat, 22 Mei 2009 | 13:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Konsumsi makanan yang mengandung kalsium anak Indonesia secara umum masih rendah. Padahal, 99 persen kandungan kalsium di dalam tubuh berada di tulang sehingga akan memengaruhi pertumbuhan tubuh.

"Kalsium memiliki banyak fungsi vital dalam tubuh," kata Dr Rifan Fauzie, SpA, dokter spesialis anak saat peluncuran produk Moo Active di Jakarta, Jumat (22/5).

Dr Fauzi mengatakan, kalsium berperan dalam proses pertumbuhan tulang dan gigi, proses pembekuan darah, fungsi kerja otot dan jantung, metabolisme tingkat sel, sistem saraf, dan masih banyak lagi. "Metabolisme tubuh sangat memerlukan kalsium," katanya.

Sumber kalsium, kata Dr Fauzi, berasal dari nabati seperti sayuran daun hijau (brokoli, bayam, sawi, daun pepaya, daun singkong, daun labu), biji-bijian (kenari, wijen, almond), dan kacang-kacangan (kedelai, kacang merah, kacang polo). "Untuk dari hewan seperti daging sapi, kambing, udang, ikan, telur, susu, dan produk susu seperti yogurt, keju, es krim," ucapnya.

Dr Rizal menjelaskan, berdasarkan data Departemen Kesehatan kebutuhan kalsium bagi anak bervariasi sesuai usia. Untuk kelompok anak usia 0-6 bulan memerlukan 200 mg, 7-11 bulan 400 mg, 1-6 tahun 500 mg, 7-9 tahun 600 mg, dan 10-18 tahun 1.000 mg.

Menurutnya, jika asupan kalsium kurang akan timbul gejala lesu, lemah, berkeringat, kram otot, nyeri perut, gangguan tidur, pembentukan tulang tidak optimal, tulang keropos, proses pembekuan darah terganggu. "Jika terus-menerus akan mempengaruhi proses tumbuh kembang," ujarnya.

Penulis: C8-09   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!