Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Soleh Pasrah dengan Kanker di Selangkangan
Sabtu, 16 Mei 2009 | 14:23 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Seorang laki-laki penderita kanker yaitu berupa benjolan yang ada di selangkangannya, hingga saat ini hanya bisa pasrah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, Jawa Barat, dan berharap ada uluran tangan dari para dermawan.
     
Penyakit tersebut menyerang Soleh (47), warga Dusun Cikapas RT 06 RW 13, Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, yang kini sudah hampir menjalar hingga ke organ vital jantung.
     
Soleh yang rumah tangganya hidup dengan perekonomian yang pas-pasan bersama istri dan ketiga anaknya itu saat ini hanya bisa menahan rasa sakit. Istrinya Emin (37), di Ciamis, Sabtu, mengatakan, upaya pengobatan yang dilakukan bersama pihak keluarga sudah dilakukan dengan maksimal, dengan menjual tanah dan kolam satu-satunya milik keluarga sudah dijualnya untuk biaya selama pengobatan.
     
"Sebenarnya biaya pengobatan sudah ditanggung oleh pemerintah dengan adanya Jamkesmas, tapi selama biaya di rumah sakit tetap harus kami yang menanggungnya," katanya.
     
Dijelaskan Emin, selama ini suaminya sudah dilakukan pengobatan dengan rawat jalan selama 9 bulan yang dihitung selama pengobatan biayanya sudah mencapai Rp 7 juta, uang dari hasil penjualan kolam.
     
Sementara itu, menurut Emin, suaminya sempat berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, di Bandung, dan menurut dokter rumah sakit tersebut, penderita harus menjalani terapi kemoterapi sebanyak lima kali.
     
"Tapi, baru tiga kali dilakukan kemoterapi kami sudah tidak sanggup lagi mengeluarkan biaya soalnya apa yang kami punya sudah habis dijual," kata Emin.
     
Akibatnya, kini Soleh hanya terbaring di RSUD Ciamis dan belum bisa melanjutkan terapi kembali yang harus dilakukan lagi sebanyak dua kali karena terbentur dengan biaya karena dalam satu kali pemberangkatan ke RSHAS Bandung harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 750.000.
     
"Padahal, proses pengobatan ini hanya tinggal dua tahap lagi tapi tidak saya tidak punya uang lagi, dari mana lagi mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan suami saya," katanya.

Selama suaminya sehat biaya untuk hidup sehari-hari dari penghasilan menjual kerupuk di Kota Subang, Jawa Barat, dari penghasilannya itu mampu membina keluarga dengan keadaan ekonomi yang sederhana, tetapi kini keberadaan suaminya sudah tidak berdaya lagi.

Ant
Sumber :
Penulis: ABI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!