Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Mencegah Sakit Punggung Saat Hamil
Senin, 11 Mei 2009 | 19:16 WIB

KOMPAS.com - Sakit punggung kerap dialami wanita yang sedang hamil. Beban janin yang dibawa setiap hari selama sekitar 9 bulan dan perubahan hormon dapat menyebabkan otot tegang dan sakit pada punggung. Mencegah merupakan langkah terbaik.

Caranya, perkuat otot inti dengan baik sebelum kehamilan. Belum terlambat untuk memulainya pada awal kehamilan. Olah raga ringan seperti step-aerobik, aqua-aerobik, jalan cepat dan latihan punggung sangat baik untuk menjaga otot inti tetap kuat dan siap menerima berat janin yang bertambah.

Kita semua tahu bahwa ibu kehilangan lebih banyak kalsium selama perkembangan janin. Meski begitu, kehilangan ini tak akan mengakibatkan osteoporosis. Keseimbangan yang dibutuhkan fetus akan meningkat. Akibatnya, penurunan jumlah kalsium sementara untuk sang ibu bakal dialami. Namun hal ini bukan satu-satunya alasan penyebab sakit punggung. Kalsium sangatlah penting untuk otot. Pada umumnya, kebanyakan ibu tidak mengalami kalsium rendah pada darah dan otot melemah. Karena itu, suplemen kalsium tidak diperuntukkan untuk mencegah sakit punggung. Namun lebih dibutuhkan untuk pertumbuhan janin.

Ketika sakit punggung terjadi selama kehamilan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Jika otot keseleo atau luka ligamental, umumnya olahraga singkat untuk mencegah peradangan akan mengurangi rasa sakit. Tetapi, pada cedera otot tertentu, hal ini dapat berlangsung terus-menerus. Jika sakit punggung terjadi terus selama lebih dari 1 bulan, Anda sebaiknya menemui spesialis di bidang sakit punggung. Jika tidak diatasi, ini bisa mengakibatkan sakit punggung kronis, yang akan menyulitkan proses pengobatan dan penyembuhan. Pada kondisi ini, mungkin memerlukan injeksi dengan anestesi atau steroids untuk menghilangkan masalah ini.

Fisioterapi dapat membantu meringankan sakit punggung non-spesifik, yang penyebabnya bukan tulang belakang (seperti Musculoskeletal). Selama fisioterapi, manipulasi otot untuk menonaktifkan otot bisa efektif untuk menghilangkan rasa sakit. Pengobatan laser dengan intensitas rendah juga berguna bagi pasien yang hamil tua (rahim terlalu berat) dan tidak dapat tengkurap/telungkup.

Teknik yang dilakukan chiropractor sama dengan manipulasi otot. Mereka memijat dan “membunyikan” tulang belakang untuk merenggangkan sendi-sendi, sehingga ketegangan sendi dan otot bisa di kurangi. Latihan sendiri adalah bentuk perawatan yang lebih baik daripada melakukan manipulasi eksternal.

oleh Dr. Bernard Lee

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!