Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kini Wajah Connie Tak Mengerikan Lagi
Rabu, 6 Mei 2009 | 11:22 WIB
AP Photo/Cleveland Clinic-HO
Wajah Connie Culp sebelum dan sesudah operasi.

CLEVELAND, KOMPAS.com — Lima tahun lalu, sebuah letusan senjata api menghancurkan wajah Connie Culp. Lima bulan lalu, wanita itu mendapatkan wajah baru dari seorang wanita yang telah meninggal dunia.

Connie memberanikan diri tampil di depan umum dengan wajah barunya, Selasa (5/5). Inilah cangkok wajah pertama di AS. Hasilnya, lumayan! Wajah Connie terlihat "indah" dibandingkan wajah sebelumnya yang mengerikan, membuat anak-anak ketakutan.

Ekspresi Connie masih terlihat kaku, tetapi dia bisa berbincang, tersenyum, mencium, dan merasakan makanan lagi. Bicaranya masih sengau, sedikit sukar dimengerti. Namun, ia bangga dengan hasil operasi.

"Saya kira saya adalah satu-satunya orang yang ingin Anda lihat," kata wanita 46 tahun asal Ohio dalam konferensi pers di Cleveland Clinic, tempat dia menjalani operasi. "Namun, saya kira hal terpenting yang harus Anda perhatikan adalah keluarga pendonor yang membuat saya bisa mempunyai wajah orang ini," katanya.

Suami Connie, Thomas, menembaknya pada 2004. Sang suami kemudian dipenjara tujuh tahun. Tembakan itu membuat hidung, pipi, dan rahang Connie hancur. Matanya juga tersisa satu. Ratusan serpihan peluru dan tulang tertanam di wajahnya. Dia memerlukan tabung di tenggorokan agar bisa bernapas.

Dua bulan setelah insiden, seorang pakar bedah plastik di Cleveland Clinic, Dr Risal Djohan, memeriksa luka wanita malang itu. "Dia memberitahuku bahwa dia tidak yakin apakah bisa menolongku, tetapi dia akan mencoba," kata Connie. Ia pun menjalani 30 kali operasi untuk memperbaiki wajah dan hasilnya seperti yang telah diperkenalkan ke publik, Selasa.
 

AP
Sumber :
Penulis: ONO   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!