Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waspadai Sakit Punggung Saat Hamil
Selasa, 5 Mei 2009 | 18:09 WIB
ilustrasi hamil

KOMPAS.com — Kebanyakan sakit pada punggung selama kehamilan terjadi akibat perubahan otot tulang punggung (70 persen). Selama kehamilan, rahim makin besar akibat berat janin dan cairan amniotik. Berat ini bisa merubah pusat gravitasi pada ibu, menyebabkan penambahan beban di otot punggung dan ligamen.

Untungnya, hal ini hanya berlangsung selama 9 bulan sehingga para calon ibu dapat mudah beradaptasi terhadap perubahan ini. Tapi, untuk mereka yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan ini bakal mengalami sakit punggung, otot keseleo/tegang atau cedera pada ligamen.

Coba tes dengan membawa kotak seberat 3–10 kg di depan Anda. Tahan berat ini selama sejam. Punggung pasti bakal sakit dan butuh bantuan untuk mengurangi ketegangan dan ketidaknyamanan. Apalagi berat badan calon ibu dapat bertambah 10–20 kg saat mengandung.

Penyebab lainnya adalah perubahan hormonal. Hormon progestrone membuat ligamen lebih lentur dan fleksibel. Ini akan menyebabkan perubahan terjadi dalam rahim dan tulang panggul sehingga janin dapat melewati vagina dan keluar secara normal. Ligamen pada tulang belakang secara perlahan akan makin melemah, menambah risiko kompensasi kelebihan beban pada punggung karena beban di depan. Tanpa otot punggung yang kuat, luka pada ligamental akan semakin parah sehingga postur memburuk.

Yang lain, 30 persen dari sakit punggung selama hamil bisa jadi akibat tidak beresnya tulang belakang yang terjadi sebelumnya. Sekarang, dengan semua perubahan hormonal dan mekanis/struktural, gangguan pada tulang belakang seperti hernia atau tekanan saraf bisa terjadi.

Keadaan makin buruk bila kehamilan terjadi berturut-turut. Jika sakit punggung terjadi terus-menerus, maka tulang punggung akan lebih banyak mengalami tekanan. Kondisi tulang belakang bisa memburuk, khususnya proses degenerisasi yang lebih cepat pada piringan. Hal ini dapat meningkatkan atau memperburuk sakit punggung pada kehamilan selanjutnya.

oleh Dr. Bernard Lee

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!