
JAKARTA, KOMPAS.com - Makanan yang mengandung sukrosa atau gula tebu merupakan penyebab utama gigi anak mudah keropos maka dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan gigi dari sisa-sisa makanan.
Asisten Manajer Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia, Drg. Peter Andreas, M.Kes di Jakarta, Selasa, mengatakan kandungan sukrosa mudah menjadi asam sebagai tempat pertumbuhan kuman.
Ia mengatakan hal tersebut usai acara "Lotte Xylitol untuk Gigi Sehat Anak Indonesia" di SD Negeri 01 Menteng Jakarta.
Menurut dia, agar gigi anak tetap sehat dan tidak mudah keropos minimal melakukan gosok gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan menjelang tidur.
Peter berharap, jangan sampai anak balita minum susu botol sambil tidur, karena mulut akan menjadi asam dan sebagai sarang kuman yang menyebabkan gigi mudah keropos. Boleh saja anak makan permen tetapi kebersihan gigi tetap harus dijaga.
Sebagai pengganti sukrosa pada permen atau makanan lain, katanya, dapat diberikan pemanis alami pengganti gula tebu yang biasa terdapat pada sayuran dan buah.
Ia mengatakan, merawat kesehatan mulut gigi, dan gusi sejak usia dini sangat penting. Mulut merupakan salah satu sumber awal masuknya bakteri dan kuman yang dapat mengganggu kesehatan seluruh tubuh.
"Untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh, harus diawali dengan menjaga kesehatan mulut, termasuk di dalamnya gigi dan gusi," katanya.
Selama ini, katanya, masyarakat kurang memperhatikan kesehatan gigi susu anak, karena beranggapan nanti akan berganti gigi.
Menurut dia, merawat gigi susu sangat penting karena jika gigi susu rusak maka akan mengganggu aktivitas anak.
Kepala SD Negeri 01 Menteng, Harimah, mengatakan, menyambut baik program tersebut karena akan meningkatkan kesadaran orang tua maupun anak untuk selalu menjaga kesehatan mulut, gigi dan gusi.
Ia mengatakan, selama ini SD Negeri 01 Menteng telah melakukan kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan gigi para siswa.