JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan lima rumah sakit rujukan untuk pasien flu babi meski sampai saat ini belum ada warga ditemukan terinfeksi virus flu tersebut.
Rumah sakit yang dijadikan rujukan yaitu RSUD Cengkareng, RSUD Tarakan, dan RS Fatmawati, serta RS Sulianti Saroso dan RS Persahabatan yang sudah lebih dahulu menyatakan kesiapannya. "Walau belum ada penderita flu babi yang terdeteksi, kami tetap harus siaga menyiapkan rumah sakit untuk menangani penyakit tersebut," kata Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, di Balaikota, Jumat (1/5), seperti dilansir Beritajakarta.com.
Rumah sakit rujukan, kata Dien, harus memiliki ruangan terpisah dengan pasien lain, termasuk memiliki pintu ruangan yang banyak. Penderita flu babi tidak boleh masuk melalui pintu-pintu yang biasa dilewati pasien lain di rumah sakit tersebut.
Untuk pencegahan penularan, kata Dien, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan melakukan deteksi dini di dua pintu masuk internasional, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Setiap warga negara asing yang baru datang dari luar negeri akan diperiksa suhu tubuhnya. Jika dari deteksi screen awal ditemukan suhu tubuhnya mencapai lebih dari 38 derajat maka yang bersangkutan akan diinvestigasi oleh petugas kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta atau Pelabuhan Tanjung Priok. “Jika ada kemungkinan orang itu terdeteksi flu babi, maka yang bersangkutan langsung dikarantina dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit rujukan yang menangani flu babi untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.