Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Aman Kok Makan Daging Babi!
Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetyo
Jumat, 1 Mei 2009 | 18:43 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Peternak babi berharap, masyarakat tidak terpancing dan percaya begitu saja terhadap isu-isu flu babi. Ini penting karena sebagian media sudah memberitakan berlebihan. Peternak menegaskan, daging babi aman dikonsumsi.

"Media, seperti televisi, menyiarkan berlebih. Mereka bilang, makan daging babi tidak aman. Mereka ini dapat informasi dari mana?" ujar Maryo Kusdiarto, peternak babi di Dusun Kwaron, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Jumat (1/5), dengan kesal.

Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Bantul, Kamis malam lalu, sudah menggelar dialog dengan sejumlah peternak. Intinya, peternak diharap meningkatkan kebersihan kandang dan kesehatan ternak. Salah satunya, peternak diminta mengenakan pelindung tangan, kaki, dan masker kala bersentuhan dengan ternak.

"Kami bisa paham, tapi itu kami rasa teori. Sementara kami menerapkan langsung ke lapangan. Sejauh saya membuka perternakan, tahun 1974, tidak pernah tejadi apa-apa. Mengenakan masker, misalnya, hanya kami lakukan saat menyemprot kandang dengan desinfektan," ujarnya.

Maryo menjual 30-35 babi ke pedagang per bulan. Pedagang itu yang mendistribusikan babi ke kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. "Semoga ketika setor ke pedagang bulan depan (pertengahan Mei), harga daging babi tidak anjlok," ujarnya.

Per kg daging babi, pada penjualan dua pekan lalu, hanya dihargai Rp 15.000, padahal sebelumnya Rp 17.000.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Noor Zaenab sebelumnya mengatakan bahwa peternak adalah yang paling berisiko terkena flu babi.

Namun, menurut Maryo, yang mestinya dicurigai sekarang adalah penularan virus penyebab flu babi antarmanusia.  

 

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!