Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Senam Kurangi Dampak Rematik
Laporan wartawan KOMPAS Elok Dyah Messwati
Jumat, 1 Mei 2009 | 17:30 WIB

KOMPAS.com - Penyakit rematik dapat dicegah, namun hanya pencegahan sekunder seperti dengan berolahraga. Dengan berolahraga, andai kemudian terkena rematik, dampaknya tidak terlalu berat. Dampak rematik dapat dikurangi dengan senam.

"Kita bisa mengurangi dampak rematik atau gejala nyeri sendi dengan latihan yang melenturkan sendi dengan cara yang benar dan fokus, yaitu dengan senam rematik," kata Siti Anissa Nuhonni yang menciptkan senam rematik bersama dengan Dr dr Angela BM Tilaar SpRM.  

Perlu diketahui, ternyata, rematik tidak hanya menyerang orang lanjut usia. Orang muda, anak-anak bahkan bayi pun bisa terserang. Meski tidak mematikan, penyakit ini menurunkan kualitas hidup penderitanya.

"Penyakit rematik ini penyakit yang dianggap sepele. Saat orang menginjak usia lanjut, yang dikeluhkan adalah kekakuan sendi atau kekakuan otot," kata Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Masyarakat Peduli Rematik Indonesia (Permari) Endang B Purnomo.

Menurut Dewan Pakar PR Permari dr Bambang Setyohadi SpPD, penyebab rematik antara lain karena aktivitas yang dilakukan secara berulang atau sering, pengapuran dan asam urat.

"Penyakit rematik tertentu punya faktor risiko ras. Penyakit asam urat sangat tinggi pada masyarakat Batak, Toraja dan Minahasa. Ketiga suku bangsa ini ternyata satu rumpun. Penyakit rematik bisa jadi persoalan gen," kata Bambang Setyohadi.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!