SERANG, KOMPAS.com - Peringatan hari buruh se-dunia (May Day) 1 Mei di Banten diwarnai donor darah sebagai bentuk kepedulian untuk membantu warga yang membutuhkannya.
Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Banten Riden, Kamis (30/4), mengatakan, pada peringatan hari buruh tahun ini pihaknya tidak mengerahkan massa untuk melakukan unjuk rasa seperti tahun-tahun sebelumnya.
Akan tetapi, pada peringatan hari buruh tahun ini digelar kegiatan bakti sosial di antaranya donor darah, penanaman pohon sebanyak 1.000 bibit di kawasan industri.
Kegiatan penanaman pohon ini, salah satu upaya untuk mencegah terjadi kerusakan alam juga antisipasi pemanasan global.
Menurut dia, kegiatan bakti sosial ini rencana akan dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Kapolda Banten Brigjen Rumiah, Kejati Banten Dondy K Sudirman, dan Danrem 064 Maulana Yusuf Banten Letkol (Inf) Syahiding.
Selain itu, diperkirakan 1.500 buruh yang tergabung dalam sejumlah serikat akan hadir dalam acara yang dilangsungkan di Kawasan Industry Modern Cikande, Kabupaten Serang, Jumat.
Mereka antara lain Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI),Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (SP KEP), SP Tekstil Sandang dan Kulit, serta Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Banten. "Kegiatan bakti sosial ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten Eutik Suarta mengatakan, saat ini para buruh sudah tidak melakukan aksi unjuk rasa dan beralih ke kegiatan positif, seperti donor darah dan penanaman pohon. "Saya memberikan apresiasi kepada para buruh yang mengalihkan unjuk rasa menjadi kegiatan bakti sosial," katanya.