Kamis, 24 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Jangan Anggap Remeh Nyeri Tulang Belakang
Kamis, 30 April 2009 | 13:27 WIB
Nyeri tulang belakang bukan masalah sepele.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama ini masyarakat kurang memerhatikan kesehatan tulang belakang. Nyeri atau gangguan lain yang dirasakan pada tulang belakang terkadang masih dianggap remeh dan tidak diindahkan. Padahal, masalah yang terjadi pada tulang sebenarnya bukanlah masalah enteng. 

Dokter Peni Kusumastuti, SpRM, seorang spesialis rehabilitasi medik, menjelaskan, permasalahan tulang belakang adalah suatu hal yang rumit. "Tulang belakang sendiri terdiri dari struktur yang kompleks, yaitu terdiri dari tulang belakang itu sendiri, jaringan bantalan, otot jaringan ikat, persendian, dan syaraf," terangnya di sela media gathering yang bertajuk "Solusi Problem Tulang Belakang Secara Terpadu" di Jakarta, Kamis (30/4).

Ia menerangkan, kalau salah satu struktur rusak maka struktur lain akan ikut terganggu. Jika ada bantalan yang rusak atau sakit, akan memengaruhi sistem persendian. Tulang belakang atas dan tulang belakang bagian bawah akan menekan bantalan tersebut dan menyebabkannya tidak stabil. Jika keadaan tersebut terus dibiarkan, lama-kelamaan akan terjadi pengapuran pada tulang belakang.

"Belum lagi kalau ada syaraf yang terjepit, permasalahannya akan semakin akut. Rasa sakitnya bukan dapat terjadi pada bagian tulang belakang, bisa juga dirasakan pada ujung kaki," tambah dia. Jika hal terus dibiarkan, lanjut dia, produktivitas seseorang dapat terganggu. "Rasa nyeri pada tulang belakang dapat menganggu seseorang dalam bekerja dan berdampak pada perusahaan juga," kata Peni.

Masalah nyeri tulang belakang adalah hal yang rumit, untuk mengatasi permasalahan tersebut memerlukan penatalaksanaan yang tepat. "Kita tidak bisa langsung memutuskan cara penanganan dalam waktu yang singkat, dan memerlukan tim terpadu yang terdiri dari multidisiplin ilmu untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat," terang Peni.

Pada kesempatan yang sama dr Riris Himawati, SP RAD, spesialis radiologi, mengatakan, pemeriksaan awal yang akan dilakukan sebanyak tiga tahap, yang pertama adalah foto rontgen biasa, yang kedua MRI untuk mengetahui jaringan lunak, dan yang terakhir adalah CT scan untuk mengetahui bentuk tulang belakang. "Setelah itu baru dapat ditentukan tindakan apa yang dapat dilakukan, agar tepat penanganannya" terang Riris.

Penulis: RDI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!