
JOMBANG, KOMPAS.com — Pemahaman soal tindakan pengamanan secara biologis (biosecurity) untuk mencegah kasus terpaparnya virus flu babi pada manusia masih sangat lemah. Akibatnya, praktik soal biosecurity yang hingga saat ini masih jadi satu-satunya metode terbaik menangkal kemunculan pandemi flu babi di Indonesia tidak dilakukan dengan sempurna.
Pemantauan di salah satu peternakan babi di Dusun Klampisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Selasa (28/4), menunjukkan bahwa upaya biosecurity itu hanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan desinfektan ke kandang. Elias Sudarsono (36), peternak babi di lokasi itu, menyebutkan, setiap dua atau tiga hari sekali, enam kandang yang memuat 31 ekor babi disemprot cairan desinfektan itu.