Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Lalu Lintas Perdagangan Babi Diawasi Ketat
Selasa, 28 April 2009 | 19:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Peternakan DKI Jakarta meningkatkan pemeriksaan lalu lintas angkutan ternak babi yang menuju ke Jakarta. Pengetatan pemeriksaan juga dilakukan di rumah potong hewan (RPH) babi Kapuk, Jakarta Barat, untuk mencegah penularan penyakit flu babi di Jakarta.

Kepala Dinas Perikanan, Peternakan, Kelautan, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta Edy Setiarto, Selasa (28/4) di Jakarta Pusat, mengatakan, setiap babi yang dikirimkan dari daerah akan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan, meskipun sudah membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan setempat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada babi yang terjangkiti virus H1N1, yang masuk ke Jakarta.

Setiap hari, RPH babi di Kapuk menerima kiriman sekitar 500 ekor babi. Sebanyak 90 persen berasal dari Jawa Tengah dan 10 persen sisanya dari Sumatera Utara.

RPH Kapuk juga memiliki empat hektar lahan untuk menampung 1.000 ekor babi. Sampai saat ini penampungan babi itu masih aman dari serangan flu babi dan tidak membahayakan warga sekitarnya.

"Sampai saat ini di Jakarta belum ada gejala penyebaran virus flu babi. Dinas Peternakan hanya memperketat pengawasan babi yang masuk, tetapi tidak menghentikan pasokan dari daerah," kata Edy.

Menurut Edy, seluruh pegawai di RPH babi di Kapuk akan dilengkapi dengan peralatan pelindung, seperti masker dan sepatu boot, agar mereka tidak tertular penyakit flu babi. Selain itu, RPH Kapuk akan disemprot desinfektan setiap hari untuk mematikan semua virus.

Sementara itu, Dinas Kesehatan mulai memberikan sosialisasi gejala dan penanganan flu babi pada para petugas Puskesmas. Puskesmas menjadi ujung tombak penanganan pertama pada pasien yang tertular flu babi.

Penulis: ECA   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!