
MOJOKERTO, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Jatim, mengimbau warga yang sakit demam dengan suhu badan di atas 37 derajat selsius, agar segera berobat, memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat maupun dokter.
"Imbauan ini kami lakukan, guna mengatasi isu merebaknya virus flu babi di kalangan masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Noer Widijantoro, Selasa.
Ia mengemukakan, pemeriksaan dini tersebut perlu dilakukan, agar segera mendapatkan perawatan cepat dari petugas kesehatan.
Menurut dia, imbauan tersebut dilakukan, guna mengatasi kemungkinan timbulnya penyebaran virus flu babi yang saat ini banyak diresahkan warga dunia.
"Langkah ini kami ambil, karena hingga sekarang kami belum mendapatkan petunjuk dari Pemerintah Provinsi Jatim, terkait langkah penanganan virus flu babi," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya melakukan antisipasi dengan menerapkan standar dalam penanganan penderita flu burung.
Ia juga mengimbau, masyarakat tidak panik menanggapi maraknya flu babi di luar negeri. Karena, virus itu terjadi di kawasan dingin bukan di kawasan negera bersuhu tropis.
"Saya baru dapat informasi dari Surabaya, jika pada Kamis (30/4) ada rapat di Pemprov Jatim. Kemungkinan rapat nanti membahas masalah flu babi," katanya menambahkan.
Selain itu, dinkes juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Peternakan dan perdagangan dalam mengawasi peternakan babi, dan penjualan daging babi di Mojokerto.
Meskipun peredaran daging babi di wilayah ini terbatas. Langkah yang akan diambil yaitu mengimbau peternak babi agar tidak menjual babi yang sakit ke masyarakat.
Sementara Leim, salah seorang pedagang daging babi di Kota Mojokerto mengatakan, maraknya berita flu babi sampai kini belum membawa pengaruh terhadap menurunnya omzet penjualan.
Karena, pembeli daging babinya terbatas pada orang-orang keturunan saja. "Sampai sekarang omzet penjualan daging babinya sehari tetap 30 kg," katanya.
Menurut bapak dua anak ini, daging babinya itu dibeli dari pemasok daging babi dari Surabaya. "Daging babi yang saya jual dikalangan terbatas selalu sehat. Karena kata pemasok, sebelum babinya disembelih lebih dulu diperiksa petugas peternakan," katanya.