SOLO, KOMPAS.com - Terkait meluasnya pandemi flu babi, Dinas Pertanian Kota Solo melakukan langkah antisipasi dengan memperketat pemeriksaan di rumah potong hewan (RPH). Di Kota Solo tidak terdapat peternakan babi namun di beberapa pasar tradisionalnya menjual daging babi yang hewannya berasal dari wilayah sekitar Solo.
Frekuensi pengawasan daging babi, seperti di pasar tradisional dan pasar modern, juga ditingkatkan. Setiap harinya, menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Solo Weny Ekayanti, ada 10-15 ekor babi yang dipotong di RPH.
"Jika kedapatan ada babi sakit, akan diisolasi, diperiksa, dan sampel darahnya dibawa ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut," kata Weny, Selasa (28/4).