Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Peternak Babi di Cigugur Resah
Laporan wartawan KOMPAS Timbuktu Harthana
Selasa, 28 April 2009 | 15:59 WIB

KUNINGAN, KOMPAS.com — Ratusan peternak babi di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, mengaku resah dengan virus flu babi yang kini sedang terjangkit di Benua Amerika. Mereka takut permintaan babi anjlok seperti tahun 2006 saat wabah flu burung terjadi.

Aang (38), petani di Dusun Mayasih, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Selasa (28/4), mengatakan, belum ada dampak penurunan permintaan babi sejak virus flu babi mewabah dan menjadi perbincangan di media massa.

Namun, para petani sudah mulai resah dan khawatir, virus itu akan sampai dan menyerang ternak babi di Indonesia. Sebab, dampaknya akan sangat merugikan petani. "Peternak mulai khawatir. Kami berharap virus itu tidak sampai ke sini (Cigugur). Yang khawatir itu peternak-peternak kecil yang tergantung dengan penjualan babi," ujar Aang.

Diakui Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Kuningan Endang Darmaji, flu babi membuat peternak resah. Oleh karena itu, untuk mengurangi kekhawatiran peternak, pihaknya akan menyemprotkan disinfektan pada kandang-kandang babi milik 200 peternak di desa itu.

Walaupun belum ditemukan penyakit yang seperti ciri-ciri flu babi, pencegahan dirasakan perlu. Aang menambahkan, kekhawatiran peternak sangat beralasan. Sebab, saat mewabahnya flu burung tahun 2006 dan ada isu virus H5N1 bisa berpindah ke babi, permintaan babi anjlok. Lesunya penjualan babi mengakibatkan peternak menjual babi (hidup) dengan harga Rp 3.000 per kilogran dari harga awalnya Rp 13.000 per kg.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!