Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waspada Flu Babi, Jatim Belum Miliki Tamiflu
Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan
Selasa, 28 April 2009 | 14:30 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Di tengah merebaknya virus flu babi di sejumlah negara, Provinsi Jawa Timur belum memiliki Tamiflu. Karena itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk segera menyiapkan obat penangkal flu babi.

"Saya meminta jangan sampai tidak ada obatnya. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur harus segera melakukan langkah (pengadaan) ke Depertemen Kesehatan," ujar Soekarwo, Selasa (28/4) di Surabaya.

Selain mendesak pengadaan obat Tamiflu untuk pencegahan penyebaran flu babi, gubernur juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Kedua dinas tersebut diminta segera mengalokasikan dana pencegahan penyebaran flu babi dari anggaran belanja tak terduga.

Tersedia anggaran belanja tak terduga sekitar Rp 58 miliar. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak sebelum PAK dibentuk. "Langkah-langkah pengendalian harus selalu dilakukan bersama dengan Departemen Kesehatan karena informasi dan pengetahuan yang lengkap berada di sana," ujar Soekarwo.

Tidak adanya persediaan Tamiflu di Jawa Timur diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Pawik Supriyadi. Menurutnya, hingga saat ini belum ada stok khusus Tamiflu untuk penanganan flu babi.

"Yang kami lakukan saat ini adalah memberi surat edaran kepada dinas-dinas kabupaten/kota seperti yang diinstruksikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan. Daerah kita tergolong wilayah tropis sehingga kemungkinan penyebaran flu babi kecil. Namun, walau kemungkinannya sedikit, kita harus tetap waspada," kata Pawik.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Sigit Hanggono mengungkapkan, proses penyebaran flu babi relatif cepat. Hal ini disebabkan tingginya tingkat perpindahan manusia.

"Dalam tiga hari, virus flu babi sudah menyebar dari Meksiko ke California dan akhirnya ke New Zealand. Ini bukan karena virusnya, tetapi karena cepatnya penyebaran manusia," katanya.

Saat ini Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus melakukan pencegahan penyebaran virus flu babi dengan penjagaan ketat di titik-titik masuknya barang dan pendatang ke Jawa Timur, seperti pelabuhan dan bandara.

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik Jawa Timur, jumlah populasi babi di Jawa Timur sebanyak 75.019 ekor. Menurut Sigit, titik-titik populasi antara lain berada di Tulungagung, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi. "Produksi tersebut hanya dikonsumsi masyarakat Jawa Timur sendiri. Namun, ada juga ternak yang didatangkan dari Solo, Jawa Tengah," tuturnya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!