Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Industri Obat Herbal dan Dokter Tetap Bekerja Sama
Selasa, 28 April 2009 | 02:52 WIB
Kompas.com/Josephus Primus
Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes, IDI Award yang baru pertama kali ini diselenggarakan untuk mendorong dan memberi keteladanan bagi masyarakat makin mempercayai pengobatan dalam negeri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri obat herbal dan dokter tetap harus bekerja sama menjawab tantangan bidang kesehatan. Pandangan itu tersirat tatkala Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes bersama dengan Presiden Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat berbicara bersama terkait pergelaran IDI Award 2009 pada Senin (27/4).

Menurut Fachmi, dunia kedokteran ikut ambil bagian mengubah paradigma pendidikan kesehatan di Tanah Air. "Kami terus melakukan pemahaman kepada masyarakat soal soal tanaman obat keluarga(Toga)," katanya.

Meskipun demikian, ilmu kedokteran memang tetap memegang prinsip berdasarkan bukti. "Ini untuk menjamin keamanan dan kemanjuran obat-obatan bagi pasien," lanjut Fachmi.

Sementara, Irwan Hidayat mengatakan industri obat herbal memang terus berupaya agar produksinya memenuhi persyaratan seperti termaktub dalam ilmu kedokteran tadi. "Makanya, kami terus mengupayakan berbagai uji laboratorium dan uji klinis agar produk herbal bisa diterima dunia kedokteran," kata Irwan seraya menunjuk produknya, Tolak Angin.

Menurut catatan yang dikumpulkan Kompas.com, obat herbal dari tahun ke tahun rata-rata mencatat angka pertumbuhan 8,5 persen di pasaran internasional. Angkanya pastinya bia mencapai 500.000 ton.

Sementara itu, Sekretariat Convention on Biological Diversity (CBD) menunjukkan angka penjualan global obat herbal nyatanya bisa menyentuh angka 60 miliar  dollar AS tiap tahunnya.

Selanjutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sekitar 65 persen penduduk negara-negara maju sudah memanfaatkan obat-obatan herbal.

IDI Award

Sementara itu, terkait IDI Award, Fachmi menjelaskan, penganugerahan ini dilandasi oleh rangkaian kegiatan Hari Bakti IDI terkait dengan peringatan 101 tahun Kebangkitan Nasional. "Sejarah mencatat, Kebangkitan Nasional dipelopori oleh tokoh-tokoh dokter," kata Fachmi.

IDI Award yang baru pertama kali ini diselenggarakan untuk mendorong dan memberi keteladanan bagi masyarakat makin mempercayai pengobatan dalam negeri. Nah, sosok yang menjadi sasaran adalah pejabat, pengusaha nasional, dan politisi. "Nantinya, setelah terpilih, mereka menjadi semacam duta untuk menunjukkan pengobatan dalam negeri juga baik," tutur Fachmi.

Kriteria utama lainnya adalah sosok tersebut selama kurun waktu tiga hingga lima tahun belakangan memercayakan perawatan kesehatannya kepada dokter ahli dan rumah sakit dalam negeri baik untuk tindakan medis maupun pengecekan kesehatan.

Ada tiga tahapan pencarian tokoh dimaksud yakni investigasi pada April hingga Mei. Lalu, tahap nominasi sekaligus penjurian pada 25-29 Mei 2009. Selanjutnya, penganugerahan dilaksanakan pada Jumat (12/6). 

 

    

 

Penulis: XVD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!