Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kesehatan
Jumlah Penderita Kanker Anak Makin Meningkat
Kamis, 23 April 2009 | 11:34 WIB

Sleman, Kompas - Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta membangun instalasi perawatan kanker khusus anak. Instalasi perawatan ini juga akan dilengkapi dengan klinik cangkok stem cell atau sel punca yang pertama di Indonesia. Pembangunan instalasi kesehatan ini dimaksudkan untuk menampung pasien kanker anak yang semakin meningkat.

Mantan Ketua Komite Medis RS Dr Sardjito Yogyakarta Sutaryo mengatakan pengadaan klinik cangkok sel punca ini sangat diperlukan untuk perawatan kanker, khususnya tumor otak. Hingga saat ini, tumor otak merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati.

"Pembangunan klinik cangkok stem cell juga seiring dengan tujuan pembangunan instalasi kesehatan ini sendiri, yaitu untuk memodernisasi perawatan kanker di Indonesia," katanya saat peletakan batu pertama gedung perawatan kanker anak di RS Sardjito, Kabupaten Sleman, Rabu (22/4).

Pembangunan gedung berlantai dua dengan 38 tempat tidur ini merupakan hasil kerja sama antara RS Sardjito dan yayasan kesehatan khusus kanker anak dari Belanda, Estella Fonds.

Sutaryo yang juga spesialis anak itu mengatakan, jumlah pasien kanker di DIY termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Selama 10 tahun terakhir, jumlah pasien kanker anak yang dirawat rata-rata mencapai 300 orang setiap tahun.

Tahun 2008 lalu, jumlah pasien kanker anak yang dirawat di RS Sardjito mencapai 250 anak. Untuk 2009, hingga April, telah tercatat sebanyak 60 pasien kanker anak. "Mereka tidak hanya berasal dari Yogyakarta saja, tetapi juga dari berbagai daerah di seluruh Indonesia," ujar Sutaryo.

Pencemaran

Tingginya penderita kanker pada anak, tutur Sutaryo, disebabkan karena tingginya tingkat pencemaran dan polusi serta gaya hidup anak yang semakin tidak sehat.

Menurut catatan, lima jenis kanker yang paling banyak diderita anak adalah kanker darah atau leukimia pada urutan pertama, diikuti tumor otak, syaraf, ginjal, dan neuroblastoma.

Menurut Sutaryo, dengan deteksi dini dan pengobatan yang memadai, lima jenis kanker ini mempunyai peluang keberhasilan diobati sebesar 80 persen. Namun, saat ini, tingkat keberhasilan pengobatan kanker di Indonesia baru mencapai 50 persen.

Presiden Estella Fonds Rudolf de Graaf menuturkan, rendahnya tingkat keberhasilan pengobatan kanker di Indonesia ini jadi alasan yayasan kesehatan itu mendirikan sejumlah instalasi kanker khusus anak di Indonesia. Di Eropa, keberhasilan pengobatan kanker pada anak rata-rata telah mencapai 80-90 persen. Selain di Yogyakarta, instalasi kesehatan sejenis juga akan dibangun di Semarang, Bandung, dan Makassar. (IRE)

 

 

Penulis: ire   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!