Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Gigit Orang, Monyet Dimusnahkan, Otak Diperiksa
Laporan wartawan KOMPAS Irma Tambunan
Selasa, 14 April 2009 | 17:52 WIB
The Sun
Tukang topeng monyet ini menahan rasa sakit saat digigit oleh salah satu monyetnya

JAMBI, KOMPAS.com — Monyet (Macacca fascicularis) yang menggigit dua anak kecil di Desa Aur Duri, Kecamatan Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, akhirnya dimusnahkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi dan Kepolisian Resor Kerinci. Sampel otak monyet selanjutnya dikirim ke Balai Penyidikan Penyakit Hewan atau BPPH Wilayah II Bukittinggi, Selasa (14/4).

"Hasil pemeriksaan otak monyet baru dapat kami ketahui 20 April nanti," ujar Arsyad, staf BKSDA Jambi wilayah Bangko-Kerinci.

Ditambahkan Kepala BKSDA Provinsi Jambi Didy Wurjanto, pemeriksaan sampel otak sangat diperlukan supaya pihaknya dapat memastikan apabila monyet yang menyerang manusia tersebut sebelumnya terinfeksi rabies atau tidak. Jika ternyata terinfeksi rabies, BKSDA selanjutnya akan melaksanakan pemusnahan massal kelompok monyet di satu lokasi tersebut. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit rabies pada manusia.

Sebagaimana diketahui, dua korban serangan monyet adalah Anisa Sri Hasanah, yang digigit pada bagian kaki. Akibatnya, Anisa yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mayjen A Thalib, Sungai Penuh, Kerinci, harus dioperasi dan mendapat 48 jahitan. Sebelumnya, Roni (2,5), warga Desa Pulung Raya, Sungai Penuh, juga terkena gigitan monyet, dan mendapat 15 jahitan pada bagian kepala.

Menurut Didy, monyet tergolong satwa liar. Jika keberadaannya menjangkau habitat manusia dan mengganggu ketenteraman manusia setempat, monyet dapat dibunuh, apalagi jika monyet tersebut membawa sumber penyakit yang dapat menyebar ke manusia.

dr Ihwan, spesialis bedah RSU Mayjen A Thalib yang menangani pasien korban gigitan monyet, mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa korban terinfeksi rabies. Namun, pihaknya perlu melihat perkembangan kesehatan korban dalam pekan ini. "Jika terjadi perubahan sikap dan tingkah laku pada korban, misalnya dia menjadi agresif dan suka menggigit-gigit benda, bisa diduga kuat, korban terinfeksi rabies," ujarnya. Pihaknya sejauh ini telah memberi penanganan infeksi dan antitetanus terhadap korban. Korban juga telah dipulangkan dari rumah sakit.

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!