JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya pemilih yang terpaksa golput di bandara Soekarno-Hatta disesalkan banyak pihak. Saksi dari Partai Bintang Reformasi (PBR), Sinta Yuliana, mengaku kecewa atas hilangnya sejumlah suara tersebut.
"Dari tadi banyak yang ditolak. Jadi, yang menggunakan hak pilihnya juga masih sedikit. Padahal, sekarang sudah hampir jam 12.00 WIB. Hampir tutup," kata Santi saat ditemui di tempat pemungutan suara (TPS) 14 Dapil IV Banten, Bandara Soekarno-Hatta.
Bahkan, Santi sendiri juga terpaksa tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat C4 (kartu pemilih) hingga kini. "Saya juga tidak memilih karena sama sekali tidak dapat undangan," ujarnya.
Hal ini dinilai sangat merugikan. Sebab, menurutnya, satu suara saja juga dapat mendongkrak perolehan suara. Hingga kini, baru sekitar 8 pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS 14. Padahal, jumlah surat suara yang dikirim ke masing-masing TPS 350-500 surat suara. Surat suara yang tidak terpakai tampak menumpuk di depan meja anggota KPPS.
"Maklum ini "dagangan" belum laku, masih banyak. Kalau sekarang banyak yang golput karena peraturan. Tidak seperti dulu," ujar Ketua KPPS Syamsuir.